TUJUAN, FUNGSI DAN PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTAR
BUDAYA
PENDAHULUAN
Komunikasi
adalah suatu proses yang dinamis yang dilakukan manusia melalui perilaku yang
berbentuk verbal dan nonverbal yang dikirim dan diterima dan ditanggapi orang
lain. Ada juga yang berpendapat bahwa komunikasi merupakan setiap proses
pertukaran informasi, gagasan, dan perasaan. Proses itu meliputi informasi yang
disampaikan tidak hanya lisan dan tulisan, tetapi juga dengan bahasa tubuh,
gaya maupun penampilan diri, atau menggunakan alat bantu di sekeliling kita
untuk memperkaya sebuah pesan[1].
Pada
hakikatnya komunikasi adalah proses pernyataan manusia, yang dinyatakan itu
adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan
bahasa sebagai alat penyalurnya[2].
Dalam “bahasa” komunikasi pernyataan
dinamakan pesan (message).32 Seperti halnya komunikasi lintas budaya juga merupakan
proses komunikasi, yang membedakan hanyalah antara komunikator dan komunikan
mempunyai latar belakang budaya yang berbeda.Banyak pembahasan komunikasi
lintas budaya, seperti dikatakan oleh Williams (1966) dalam Samovar dan Poter
(1976), berkisar pada perbandingan perilaku komunikasi antarbudaya dengan menunjukkan
persamaan dan perbedaan: (1) persepsi, yaitu sifat dasar persepsi dan
pengalaman persepsi, peran lingkungan sosial dan fisik terhadap pembentukan
persepsi; (2) kognisi, yang terdiri unsurunsur khusus kebudayaan, proses
berfikir, bahasa dan cara berfikir;
(3) sosialisasi, berhubungan dengan masalah sosialisasi universal dan
relativitas, tujuan institusional; dan (4) kepribadian, misalnya tipe-tipe budaya
pribadi yang mempengaruhi etos, dan tipologi karakter atau watak bangsa
PEMBAHASAN
A Tujuan Komunikasi Antar Budaya
Komunikasi
antarbudaya terjadi bertujuan untuk mengurangi tingkat ketidakpastian. Seperti
halnya ketika ada dua individu yang sedang berkomunikasi, namun kedua individu
tersebut menggunakan bahasa yang berbeda-beda karena kebudayaan yang berbeda.
Sehingga,
komunikasi antarbudaya inilah yang akan berperan sebagai alat untuk mengurangi
tingkat keidakpastian logika maupun definisi dari topik yang sedang
dibicarakan. Bahkan, komunikasi antarbudaya pun juga bertujuan sebagai alat
efektifitas komunikasi. Agar informasi yang disampaikan itu dapat dimengerti
secara efektif, maka diperlukan adanya komunikasi antarbudaya ini.
B. Fungsi Komunikasi Antar Budaya
Adapun
beberapa fungsi dari komunikasi antarbudaya di antaranya :
·
Menyatakan Identitas Sosial: Dengan adanya komunikasi
antarbudaya, individu tersebut dapat menunjukkan identitas sosialnya sendiri.
·
Menyatakan Intergasi Sosial: Komunikasi antarbudaya
dapat menyatukan dan mempersatukan antar pribadi dalam interaksi
tersebut. (Baca juga:
·
Menambah
Pengetahuan: Komunikasi antarbudaya pun dapat memberikan wawasan yang baru,
bahkan wawasan yang belum pernah diketahui oleh individu tersebut.
·
Hubungan Interaksi: Selain itu, komunikasi antarbudaya
juga dapat menciptakan hubungan yang komplementer serta hubungan yang
selaras.
Di dalam komunikasi antarbudaya pun
juga terdapat fungsi sosial, di antaranya :
· Pengawasan: Pada umumnya,
kegiatan komunikasi antarbudaya terjadi ketika komunikator dan komunikan yang
berbeda kebudayaan. Fungsi ini lebih banyak digunakan oleh media masa.
· Penghubung: Komunikasi
antarbudaya ini dapat juga dijadikan sebagai jembatan bagi setiap individu yang
memiliki kebudayaan yang berbeda. Biasanya, Beda individu atau lebih akan
menyampaikan presepsi mereka yang berbeda-beda.
· Sosialisasi Nilai: Di sini,
fungsi komunikasi antar budaya dapat memberikan ajaran dan perkenalan
nilai-nilai dari suatu kebudayaan suatu masyarakat lain[3].
· Menghibur: Dalam hiburan pun juga
ada kegiatan komunikasi antar budaya. Hal ini dapat ditemukan seperti di
saat menonton tarian, nyanyian, bahkan drama sekaligus.
C. Peranan Dalam Dakwah Komunikasi Antar Budaya
Dalam komunikasi antarbudaya yang ideal, kita akan mengharapkan
banyak persamaan dalam pengalaman dan persepsi. Tetapi karakter budaya cendrung
memperkenalkan kita kepada pengalaman-pengalaman yang tidak sama, dan oleh
karenanya membawa kita kepada persepsi yang berbeda pada eksternal[4].
Ada tiga unsur sosio-budaya mempunyai pengaruh yang besar pada persepsi, yaitu
sistem kepercayaan, nilai sikap pandangan dunia dan organisasi social Menghadapi
berbagai macam dalam arti kemajemukan dalam segala hal, komunikasi antar bangsa
semakin terasa betapa pentingnya kita pahami, baik sebagai individu maupun
sebagai anggota masyarakat, diperlukan untuk mengatur tatakrama pergaulan antar
manusia. Sebab Peranan Dakwah & Komunikasi Antarbudaya berkomunikasi
dengan baik sesuai dengan budaya akan memberi pengaruh langsung pada struktur
keseimbangan seseorang dalam bermusyawarah. Bahkan Hafid Cangara dalam bukunya
Pengantar Ilmu Komunikasi menegaskan bahwa keberhasilan dan kegagalan seseorang
dalam mencapai sesuatu yang diinginkan, banyak ditentukan oleh kemampuan
berkomunikasi Muhammad Thalhah Hasan dalam Bukunya Prospek Islam dalam
Menghadapi Tantangan Zaman menjelaskan bahwa Islam dan perkembangan masyarakat
mengalami benturan dan pergulatan pemikiran yang cukup seru, di satu pihak
dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai macam perubahan yang terjadi dalam
kehidupan sosial.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar