Senin, 05 April 2021

TUJUAN, FUNGSI DAN PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

 


TUJUAN, FUNGSI DAN PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

 





 

     

PENDAHULUAN

 Komunikasi adalah suatu proses yang dinamis yang dilakukan manusia melalui perilaku yang berbentuk verbal dan nonverbal yang dikirim dan diterima dan ditanggapi orang lain. Ada juga yang berpendapat bahwa komunikasi merupakan setiap proses pertukaran informasi, gagasan, dan perasaan. Proses itu meliputi informasi yang disampaikan tidak hanya lisan dan tulisan, tetapi juga dengan bahasa tubuh, gaya maupun penampilan diri, atau menggunakan alat bantu di sekeliling kita untuk memperkaya sebuah pesan[1].

 Pada hakikatnya komunikasi adalah proses pernyataan manusia, yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya[2]. Dalam “bahasa” komunikasi pernyataan dinamakan pesan (message).32 Seperti halnya komunikasi lintas budaya juga merupakan proses komunikasi, yang membedakan hanyalah antara komunikator dan komunikan mempunyai latar belakang budaya yang berbeda.Banyak pembahasan komunikasi lintas budaya, seperti dikatakan oleh Williams (1966) dalam Samovar dan Poter (1976), berkisar pada perbandingan perilaku komunikasi antarbudaya dengan menunjukkan persamaan dan perbedaan: (1) persepsi, yaitu sifat dasar persepsi dan pengalaman persepsi, peran lingkungan sosial dan fisik terhadap pembentukan persepsi; (2) kognisi, yang terdiri unsurunsur khusus kebudayaan, proses berfikir, bahasa dan cara berfikir;

(3) sosialisasi, berhubungan dengan masalah sosialisasi universal dan relativitas, tujuan institusional; dan (4) kepribadian, misalnya tipe-tipe budaya pribadi yang mempengaruhi etos, dan tipologi karakter atau watak bangsa

 

PEMBAHASAN

A Tujuan Komunikasi Antar Budaya

            Komunikasi antarbudaya terjadi bertujuan untuk mengurangi tingkat ketidakpastian. Seperti halnya ketika ada dua individu yang sedang berkomunikasi, namun kedua individu tersebut menggunakan bahasa yang berbeda-beda karena kebudayaan yang berbeda.

 Sehingga, komunikasi antarbudaya inilah yang akan berperan sebagai alat untuk mengurangi tingkat keidakpastian logika maupun definisi dari topik yang sedang dibicarakan. Bahkan, komunikasi antarbudaya pun juga bertujuan sebagai alat efektifitas komunikasi. Agar informasi yang disampaikan itu dapat dimengerti secara efektif, maka diperlukan adanya komunikasi antarbudaya ini.

B. Fungsi Komunikasi Antar Budaya

            Adapun beberapa fungsi dari komunikasi antarbudaya di antaranya :

·       Menyatakan Identitas Sosial: Dengan adanya komunikasi antarbudaya, individu tersebut dapat menunjukkan identitas sosialnya sendiri.

·       Menyatakan Intergasi Sosial: Komunikasi antarbudaya dapat menyatukan dan mempersatukan antar pribadi dalam interaksi tersebut. (Baca juga: 

·        Menambah Pengetahuan: Komunikasi antarbudaya pun dapat memberikan wawasan yang baru, bahkan wawasan yang belum pernah diketahui oleh individu tersebut.

·       Hubungan Interaksi: Selain itu, komunikasi antarbudaya juga dapat menciptakan hubungan yang komplementer serta hubungan yang selaras.

 Di dalam komunikasi antarbudaya pun juga terdapat fungsi sosial, di antaranya :

·       Pengawasan: Pada umumnya, kegiatan komunikasi antarbudaya terjadi ketika komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan. Fungsi ini lebih banyak digunakan oleh media masa.

·       Penghubung: Komunikasi antarbudaya ini dapat juga dijadikan sebagai jembatan bagi setiap individu yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Biasanya, Beda individu atau lebih akan menyampaikan presepsi mereka yang berbeda-beda.

·       Sosialisasi Nilai: Di sini, fungsi komunikasi antar budaya dapat memberikan ajaran dan perkenalan nilai-nilai dari suatu kebudayaan suatu masyarakat lain[3].

·       Menghibur: Dalam hiburan pun juga ada kegiatan komunikasi antar budaya. Hal ini dapat ditemukan seperti di saat menonton tarian, nyanyian, bahkan drama sekaligus.

C. Peranan Dalam Dakwah Komunikasi Antar Budaya

 Dalam komunikasi antarbudaya yang ideal, kita akan mengharapkan banyak persamaan dalam pengalaman dan persepsi. Tetapi karakter budaya cendrung memperkenalkan kita kepada pengalaman-pengalaman yang tidak sama, dan oleh karenanya membawa kita kepada persepsi yang berbeda pada eksternal[4]. Ada tiga unsur sosio-budaya mempunyai pengaruh yang besar pada persepsi, yaitu sistem kepercayaan, nilai sikap pandangan dunia dan organisasi social Menghadapi berbagai macam dalam arti kemajemukan dalam segala hal, komunikasi antar bangsa semakin terasa betapa pentingnya kita pahami, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, diperlukan untuk mengatur tatakrama pergaulan antar manusia. Sebab Peranan Dakwah & Komunikasi Antarbudaya berkomunikasi dengan baik sesuai dengan budaya akan memberi pengaruh langsung pada struktur keseimbangan seseorang dalam bermusyawarah. Bahkan Hafid Cangara dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi menegaskan bahwa keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan, banyak ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi Muhammad Thalhah Hasan dalam Bukunya Prospek Islam dalam Menghadapi Tantangan Zaman menjelaskan bahwa Islam dan perkembangan masyarakat mengalami benturan dan pergulatan pemikiran yang cukup seru, di satu pihak dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai macam perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial.

 

 



[2] M Wahyu I. Munir, Manajemen Dakwah, Jakarta: Prenada Media, 2006, hlm. 23

[3] Alo Liliweri, Gatra-gatra komunikasi Antar Budaya ( Yogyakarta: Pustaka pelajar 2001),hal. 3-6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MINI BOOK "Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

MINI BOOK DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dalam Memenuhi Salah Sa...