Sabtu, 30 November 2019

HIDUP SELALU BAHAGIA DENGAN SHOLAT





Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

 Penyusun:
Muhammad Syaiful Faiz       [B01219037]


FALKUTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2019







Pada hari sabtu, 23 November 2019 mahasiswa Prodi KPI A2 semester 1 melaksanakan pelatihan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) yang di hadiri oleh guru besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi prodi Komunikasi Penyiaran Islam Prof. Ali Aziz M.Ag. Dan diberi tugas untuk membuat penggambaran dari pelatihan tersebut.
Orang yang sudah mengikuti PTSB(pendalaman terapi sholat bahagia).Mereka yang telah berhasil merubah Mindset yang dulunya masih bewrhamburan menjadi merasakan ikhlas dan ridho atas keputusan Allah SWT, lebih percaya diri,optimis dalam menjalani hidup,tenang menghadapi masalah di tengah keluarga maupun hubungan,dan kesembuhan dari beberapa penyakit. Orang yang mengikuti PTSB memberikan bimbingan dan praktek sholat agar bisa memahami dan menjadi ingatan kita lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan kita dan kebesaran Allah SWT. Dan menjadikan wajah kita kita penuh bahagia. Mencerminkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.Seperti contoh kita belanja ke pasar,Sebelum kita pergi ke pasar kita harus menyiapkan shooping lish. (Dartar Belanja).
“Barang siapa yang tidak suka dengan kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan barang siapa yang mengeluh enak atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka janganlah memanggilku lagi”. Maksud dari kalimat tersebut ialah mengajarkan kita untuk menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami. Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin. Seorang guru favorit saya Prof. Ali Aziz memberi suatu prinsip Berani hidup berani menghadapi masalah. Tidak berani, mati ae, singkat, padat, dan jelas. Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan. Hanya saja Allah masih melihat proses mu, memilih waktu yang tepat, serta melihat kesiapan mu dalam menerima nya. Sama halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk membelikan motor besar. Namun, apa kata ayah ketika itu “yah…nanti kalau kamu sudah besar”.
DERITA DUSTA
Oleh:Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar Uin Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku”60 menit terapi sholat bahagia”
Secara garis besar, ada tiga macam manusia. Pertama, muslim atau mukmin, yaitu orang yang percaya kepada Allah dan menjalankan semua perintah-Nya. Kedua, munafik, yaitu orang yang tidak beriman, tapi mengaku beriman; atau beriman, tapi berbohong. Ketiga, kafir, yaitu orang yang tidak percaya kepada Allah. Ketiga kelompok tersebut dijadikan nama-nama surat Alquran, yaitu al Mukminun, al Kafirun, dan al Munafiqun.
 ada tiga tanda kemunafikan. Pertama, berdusta kepada seseorang. Jika seseorang berdusta kepada banyak orang, termasuk melalui media sosial, maka dosanya semakin besar. Kedua, mengingkari janji kepada Allah, kepada istri, suami, anak, orang tua, pembantu rumah tangga, dan masyarakat luas. Ingkar janji merupakan dosa, dan dosanya akan lebih besar jika ia pemimpin jutaan orang. Wahai calon pemimpin dan calon wakil rakyat! Jangan hanya demi meraih popularitas dan simpati, Anda mengobral janji-janji yang tidak realistis.           Ketiga, tidak menjalankan amanah atau kepercayaan yang dibebankan di pundaknya. Termasuk dalam kategori ini adalah pegawai atau karyawan yang tidak serius menjalankan tugasnya, dan anggota legislatif yang tidak hadir pada sidang pembuatan undang-undang. Atau ia hadir, tapi tidak serius mengikutinya. Juga pemimpin rakyat yang lebih fokus mengurus partai, keluarga, para pendukung dan tim suksesnya, daripada mengurus rakyatnya.

Ada juga ciri munafik yang tidak banyak diketahui orang, yang disebut Allah dalam Surat An Nisa’ ayat 142,
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Sungguh orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (pamer dan meminta pujian) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka berzikir menyebut Allah kecuali sangat sedikit.”
ayat ini, salah satu tanda kemunafikan adalah menunda-nunda waktu shalat, atau mengerjakannya tanpa semangat dan penghayatan. Orang yang mengharap dipuji masyarakat sebagai orang saleh, dermawan, pejuang, dan pujian-pujian lainnya juga tanda yang terang benderang bahwa dia orang munafik. Demikian juga orang yang jarang menyebut nama Allah, lebih sering berbicara tentang hal-hal yang tidak ada gunanya atau tentang kekurangan orang lain. Nama Allah hanya dipanggil ketika ia menghadapi kesulitan ekonomi, kesehatan, keluarga, dan sebagainya. Jika semua sifat kemunafikan tersebut lengkap ada pada Anda, maka Anda munafik tulen atau munafik kelas berat. Dan, jika hanya satu atau dua sifat, maka Anda munafik kelas ringan.
HIDUP BAHAGIA DENGAN SHOLAT
Oleh:Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku”60 Menit Terapi Sholat Bahagia”
Ada dua kata kunci dalam firman Allah di atas, yaitu khusyuk dan bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup sukses dan bahagia. Setiap hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya ‘alas shalah, hayya alal falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati terus menerus setiap hari untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah) agar kita dapat memimpin dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan terpinggirkan.

Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu, terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan keseimbangan otak kiri dan kanan (lihat buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia Shalat khusyuk akan menghasilkan T2Q, yaitu tumakninah (tenang, damai, tidak tergesa-gesa dalam segala hal), tawakal (pasrah atas pemberian Allah setelah kerja keras dan doa), dan qana’ah (menerima dengan senang hati apapun dan berapapun pemberian Allah). Rincian (breakdown) dari T2Q yang merupakan modal utama untuk meraih kebahagiaan tersebut ditanamkan melalui enam gerakan utama shalat sekaligus  menghapus enam sumber kecemasan yang saya singkat KURMA PUCUK DOMIS, yaitu: pertama, kurang bersyukur, merasa serba kurang. Emosi negatif yang menjadi sumber kecemasan ini dihapus melalui renungan alhamdu lillahi rabbbil ‘alamin pada posisi berdiri shalat. Melalui hamdalah, dengan senang hati, Anda sedang berterima kasih kepada Allah SWT,  “Wahai Allah, saya berterima kasih atas keimanan yang Engkau anugrahkan kepadaku. Saya orang yang bahagia karena memiliki ibu, ayah, adik, kakak, suami atau istri, yang semuanya sangat menyayangi saya. Saya amat berbahagia karena masih hidup dan berkecukupan, tidak menjadi pengemis di jalan-jalan.” Anda bisa menambahkan deretan kenikmatan Allah yang telah Anda terima sejak kecil. Dengan penyebutan semua anugrah Allah itu, Anda akan lebih bahagia, lebih menghargai orang dan frekwensi marah kepada keluarga atau siapapun menjadi jauh berkurang. Hidup bahagia bisa diraih dengan mensyukuri apa yang ada, bukan mengharap-harap atau berangan-angan tentang apa yang belum di tangan.
KALIMAT KUNCI TERAPI SHALAT BAHAGIA
Oleh:Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku”60 Menit Terapi Sholat Bahagia”
             Gerakan PTSB ini dapat memberikan bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut.
NO
POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN/DOA(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
1
BERDIRI
SUBHAN:(SYUKUR,BIMBINGAN,KETAHANAN IMAN)
1.Syukur:”wahai allah, aku bersyukur atas semua nikmatmu
2
RUKUK
TURUT:(TUNDUK;Menurut)
Tunduk :”wahai allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak kepada kehendakmu aku bertasbih dan menyerahkan hidup dan mati,sehat,sakit,kaya miskin, daan semua persoalan kepadamu
Menurut:aku menurutbkepada semua perintahmu. Ampunilah dosa-dosaku”.
3
I’TIDAL
HADIR(Hak pujian;takdir)
Hak Pujian:”Hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia.
Takdir Allah:”semua hal terjadi atas takdir mu.aku ridho dan ikhlas menerimanya.
4
SUJUD
Masjid:(Maaf,sinar,jiwa dan raga)
Maaf:”maafkan dosa-dosa ku, bapak ibu dan keluargaku.
Sinar:”sinarilah hati,lidah, mata, dan teligaku agar selalu berbuat yang engkau ridhoi”.
Jiwa dan Raga:”jiwa dan ragaku dalam kekuasaanmu. Aku serahkan hidup dan mati, sehat-sakit,kaya miskin dan semua persoalan kepadamu:.
5
DUDUK ANTARA DUA SUJUD
AKSI:(Ampunan,Kasih,Sejahtera,iman)
Wahai Allah berilah aku:”Ampunan, kasih,sejahtera, dan iman”
6
Tasyahud
Sosial:(sholawat,persaksian,tawakal)
Sholawat:”Sholawat dan salam untuk nabi muhammad  SAW. Berikan aku kekuatan mencontoh akhlaknya.
Persaksian:”aku beraksi,”tiada tuhan selain engkau dan muhammad adalah utusan mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”
Tawakal:”aku serahkan hidup mati, sehat-sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepadamu.”

Gerakan PTSB menyadarkan saya akan pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat saya lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain: saya belum bisa mengatur atau memenage waktu yang baik, saya masih ragu dengan apa yang saya lakukan dan sering merasa gundah seketika. Hari-hari saya sering dilewati dengan perasaan yang sangat membosankan. Namun setelah saya mengkuti gerakan PTSB semua berubah setelah saya menrapkan nya dalam sholat. Awalnya saya merasa belum terbiasa dengan renungan dalam sholat yang selalu merenungkan semua permasalahan hidup dan berdoa. Saya lebih merasa nyaman dengan hari-hari saya. Dapat disimpulkan jika ingin hidup bahagia jangan pernah menyepelekan waktu sholat. Jika telah mendengar panggilan adzan maka segeralah untuk bersiap dan melaksanakannya.  Semua tingkah laku atau prilaku kita, baik buruknya kita dapat dilihat dari sholat nya. Ketika kita ingin mengubah keburukan yang ada dalam diri maka yang terlebih dahulu yang diubah adalah sholat nya. Sholat merupakan kunci dari segala hal. Mulai dari kesuksesan kita di dunia hingga di akhirat nanti. Adapun kehkusyu’an kita dalam sholat dapat ditemui saat kita benar-benar faham dengan bacaan yang terkandung dalam sholat. Segala sesuatu itu ada ilmu nya, melakukan suatu hal tanpa didasari dengan ilmu akan menjadi sia-sia. Sama halnya dengan sholat jika kita melakukan nya tanpa mengetahui serta memahami nya maka akan sia-sia.


60 MENIT PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA


Minggu, 29 September 2019

Penurunan Wahyu


TURUNNYA WAHYU 



Makalah Mata Kuliah Studi Alquran







Disusun Oleh:
Syaiful Faiz (B01219037)

Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M. Ag
Asisten Dosen :
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I


Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negeri  Sunan Ampel
Surabaya
2019

 





KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama allah swt yang telah melimpahkan hidayahnya kepada kita semua.dan tidak lupa sholawat serta salam kita panjatkan kepada nabi muhammad saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke jaman yang terang benerang yaitu adinul islam wal iman.hari ini saya telah selesai mengerjakan makalah tentang study al quran.peulisan buku ini dari beberapa sumber buku yang telah saya baca dan dengan rasa kesabaran dan ketenangan saya telah menyelesaikan tugas ini dan saya jadikan makalah.


Surabaya, 20 agustus 2019
                                                         Penyusun







DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

             Penurunan wahyu yang pertama kali oleh nabi muhammad saw yang telah di terangkan di hadist.pada saat itu “Mimbar telah di siapkan untuk Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya,Nabi SAW berkhotbah dengan berdiri di sebelah salah satu tiang masjid. Ketika pertama kali mimbar di letakan,Nabi Muhammad SAW datang hendak berkhotbah. Nabi Muhammad SAW melewati tiang masjid tersebut menuju mimbar.Saat melewati mimbar tiang masjid itulah, terdengar bunyi dari tiang masjid yang merintih, Seperti rintihan anak kecil yang sedang diam, karena mendengar dzikir dan wahyu yang di terima Nabi Muhammad SAW”Hadist ini diceritakan oleh banyak sahabat(mutawatir) 1..

B.  RUMUSAN MASALAH

   1.Apa arti dari wahtyu itu?
   2.Apakah kepastiannya adanya wahyu
   3.Bagaimana cara turunya wahyu kepada Malaikat dan Nabi

C.  TUJUAN

   1.Mengetahui pegertian wahyu
   2.Memahami kepastiannya adaanya wahyu
   3.Mengetahui cara-cara turunya wahyu kepada Malaikat dan Nabi            








BAB II

PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN WAHYU

       AL-Wahyu atau wahyu adalah kata masdar (infinitif)). Ia menunjukan dua pengertian dasar yaitu terembunyi dan cepat.menurut bahasa adalah pemberian informasi secara rahasia[1]. Wahyu itu sendiri di artikan (isim maf`ul) yg artinya di wahyukan[2].
        Wahyu secara bahasa sendiri bermakna[3];
1.   ilham sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu terhadap ibu musa.
2.   ilham yang berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah.
3.   isyarat  yang cepat melalui rumus dan kode, seperti isyarat zakaria yang tercantum dalam Q.S.Maryam[19]:11
4.   Bisikan dan tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia.
E. apa yang di sampaikan Allah SWT kepada para malaikatnya berupa suatu perintah untuk di kerjakan.
Menurut Muhammad Abduh memberikan definisi wahyu sebagai “pengetahuan yang di dapat seseorang dari dalam dirinya dengan di sertai keyakinan bahwa pengetahuan tersebut datang dari Allah SWT , baik melalui perantara ataupun tidak[4].
 Berkaitan dengan wahyu al-Quran yaitu penyampaian dari Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril yaitu bermacam-macam ada yang bentuknnya perintah maupun informasi yang tujukan  kepada kita melalui ulama.   Yang telah di cantumkan di Q.S.Ar-Rad[13]:30;Q.S Saba`[34]:50 Q.S.al-An`am[6]:50

AL-QUR`AN ADA JUGA BEBERAPA BAGIAN YANG TERKAIT ADALAH.

a. Sesuatu yang di baca daan tertulis;        
       Jika di katakan: Qara`a ar-risalata qira`anan, maka berarti dia membaca, dengan bersuara, dan apa yang terkandung dalamnya, Kata al-qara` berarti “yang paling fasih bacaanya”.selain itu,kata Qara` berarti melihat apa yang tertulis dan menelaah tanpa bicara.

b. Mengumpulkan;
   Ibnu Atsir berkata:Al-qur`an adalah “mengumpulkan”dan Al-qur`an tersebut bisa dikatakan Al-qur`an sebab kandungannya berisi kisah-kisah, perintah, dan larangan, janji, dan ancaman,ayat-ayat dan surah-surah,sebagian merupakan bagian yang lain.




c. NAMA KITAB ALLAH SWT
 Asy-syafi,i bahwa beliau mengatakan bahwa:”Al-qur`an adalah nama kitab Allah SWT seperti halnya At-Taurat dan At-injil.Dan ia tidak mengandung hamzah(pada huruf tengahnya, yakni bukan dibaca “Al-qur`an”melainkan “Al-quran”)
  Allah SWT menjadikan Al-qur`an sebagai hukum dasar (qanun asasi) dan menyeluruh, dengan memandangnya sebagai undang-undang dasar agama yang sempurna.
 Muhammad Abduh pula mendefinisikan Wahyu sebagai berikut.
Wahyu ialah pengetahuan yang didapat oleh seseorang di dalam dirinya, yang ia yakini bahwa demikian itu datang dari sisi Allah, baik pakai perantara maupun tidak, yang pertama melalui suara yang dapat didengar oleh yang bersangkutan atau tanpa suara sama sekali.”


B. KEPASTIAN ADANYA WAHYU

Al-Quran Al-Karim turun pada masa 22 tahun  atau tepatnya ,Menurut sementara ulama, 22 tahun, dan 22 hari.
Kepastian adanya wahyu terdapat dalam hadist yang menerangkan bahwa wahyu itu benar turun.
 A.Mimpi yang benar di dalam  tidur
“Dari Aisya R.A berkata:Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasullah SAW adalah mimpi yang benar di waktu tidur. Beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi itu datang bagaikan terangnya pagi hari”
 Hadist tersebut menerangkan persiapan Nabi Muhammad SAW untuk menerima wahyu dalam keadaan sadar/tidak tidur.karena di dalam al-Quran ketika wahyu di turunkan beliau dalam keadaan sadar.
Kepastian wahyu terkandung pada beberapa surah yaitu

1.     Doktrin keesaan Tuhan;Q.S.al-Kahfi(18):110
    قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ
     Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang maha esa.

      2. Kisah keluarga Imran dalam Q.S, Ali Imron(3):44.
ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ
      Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

1.   Pengetahuan tentaang jin yang mendengr al-qur`an,Q.S.al-Jinn(72):1
 قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
     Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,
Makna wahyu antara lain

a.     Bentuk komunikasi yang dijalin antara sesama manusia atau tuhan dan makhluknya[5]. Ia memuat makna antara lain;memberi isyarat, tipu daya (bisikan), perintah, firasat (ilham fitri),  instink (ilham gharizi).
b.     Komunikasi pesan Ilahi kepada para Nabi termasuk Muhammad SAW[6], Iakadang berupa perintah , atau berupa doktrin.



Pada masa khalifah Abu-Bakar Assidiq.banyak peristiwa yang terjadi pada saat penulisan al-Quran salah satunya adalah penumpasan kepada pembangkang saat itu.Dalam penumpasan tersebut banyak khalifah yang Syahid,Terutama mereka yang menyandang gelar sebagai Hufaazh al-Quran  Para penghafal al-Quran semakin menipis jumlahnyaakibat peperangan di Yamamah.Dan Umar Bin Khattab sangat mengkhawatirkan juga mencemaskan kelangsungan Risalah yang di bawa Nabi Muhammad SAW.Kemudian Umar Bin Khattab mengusulkan untuk pembukuan al-Quran.

B.  CARA-CARAAA TURUNYAA WAHYU KEPADA MALAIKAT DAN NABI.

 
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ 
  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"[7]Q.S.al-Baqorah(1):30.


 Wahyu Allah SWT  kepada Nabi-NYA. Adakalanya perantara dan tidak perantara.seperti yang telah di sebutkan di atas.Misalnya Nabi Muhammaad SAW berkhotbah di mimbar, Nabi Muhaammaad SAW, Nabi Mimpi  di waktu tidur padahal Nabi waktu menerima wahyu tidak tidur,Dan adakalnya lewat Malaikat Wahyu.Pada waktu turunya al-Quran Rasullah SAW.Mengalami kesulitan Beliau berusaha sering mengulang bacaan ayat al-Quran bersama Jibril karena khawatir apabila ada yang terlupa (hilang) Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mendengarkan baik-baik bila Jibril membacakanya.Beliau memantapkan hatinya bahwa Allah SWT akan menjamin agar al-Quran tetap terpelihara dalam hatinya.Karena itu Nabi tidak tergesa-gesa dalam membaca dan beliau tidak memaksakan dirinya dalam menerimanya.
      Ada beberapa cara wahyu di turunkan.
a. Dari Lauhil mahfudz ke sama` (langit) dunia secara sekaligus pada malam Lailatul Qadar
b. Dari sama`dunia ke bumi secara berangsur-angsur.
Macam-macam Wahyu
Diatas telah diterangkan apabila Allah ingin memberikan petumjuk atau pengetahuan kepada makhluk-makhluknya pada ummnya, maka hal demikian dapat terjadi melalui ilham. Sedangkan untuk para nabi dan rasulnya khususnya adalah melalui wahyu. Meskipun demikian perlu diperhatikan bagaimana cara terjadinya komunikasi antara Allah dengan para Nabi dan Rasulnya.Q.S.asy-Syura’(26):51
إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 
 sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman"..


1. Penurunan Pertama
     Pada malam  mubarakah,yaitu malam Laitul Qadar di turunkanlah al-Quran secara sempurna ke Baitul Izza di langit pertama.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

   Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadr: 1-5).

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُو
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur(.Q.S.al-Baqarah)[1];185.
   Kedua ayat tersebut menyatakaan bahwa al-Quran di turunkan padaa suatu malam mubarakah atau Lailatul qadar. Yaitu, di malam ramadhan.Pada peristiwa tersebut al-Quran di turunkan pada tahap pertama.al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW padaa masa yang panjang yaitu padaa maasa kerosullan 23 tahun dan diturunkan tidak hanya pada bulan ramadhan, tapi di bulan lainya. Karena itu, jelaslah bahwa yaang dimaksudkan adalah penurunan pada tahap pertama.

2. Penurunan kedua
     Penurunan tahap kedua adalah dari langit pertamaa ke dalam lubuk hati Nabi Muhammad SAW. Dengan cara berangsur-angsur, yaitu selama 23 tahun sejak kebangkitannya sebagai Rasul.sampai beliau wafat.
  Dalam al-Quran di turunkan secara berangsur-angsur.

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
   Dan al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian(Q.S.al-Isra`[17]:106

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
Q.S. al-Furqon[25]:32
    Ayat diatas menerangkan bahwa orsang-orang yahudi mencela Nabi Muhammad SAW.Karena al-Quran di turunkan secara berpisah-pisah.Mereka menghendaki bahwa al-Quran diturunkan secara sekaligus.itulah sebabnya mereka berkata kepada Nabi SAW.”Hai ayah Qasim! Mengapa al-Quran tidak diturunkan secara sekaligus sebagaimana diturunkannya Taurat kepada Musa AS? Dari peristiwa tersebut turunlah 2 ayat atas tersebut.

Hikmah Turunnya Al-Quran secara berangsur
a)     Meneguhkan hati Nabi SAW. Dalam menghadapi celaan dari orang-orang musyrik.
b)    Meringankan Nabi dalam menerima wahyu.
c)     Mempermudah dalam menghafal al-Quran dan memberi pemahaman bagi kaum muslimin.
d)    Tadaruj (selangkah demi langkah) dalam menetapkan hukum samawi
e)     Sejalan dengan kisah-kisah yang terjadi dan  mengingatkan atas kejadian itu.
        Ada 2 cara penyampaaian wahyu oleh malaikat ke Nabi;
       1. Datangnya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang amat kuat yang mempengaruhi faktor-faktor kesadaran,Karena sebab itu, cara yang paling berat bagi Nabi waktu menerima wahyu.Maka beliau mengumpulkan segala kekuatan kesadarannya untuk menerimanya,menghafal dan memahaminya.suara-suara itu munagkin dari kepakan sayap para-para malaikat.dalam hadist di sebutkan;
   ;Apabila Allah SWT menghendaki suaatu urusan di langit, maka para malaikat memukul-mukulkan sayapnya karena tunduk kepada firmanya,Bagaikan gemercikan mata rantai di atas batu-batu yang licin.[8]
2.  Malaikat menjelma kepada rasul sebagai seorang laki-laki dalam bentuk manusia.Dengan caaraa ini yang paaling di sukai Nabi muhammad SAW. bahwa dengan cara ini Nabi Muhammaad SAW merasa seperti seorang manusia yang berhadaapan dengan beliau dan di aanggap saudaranya sendiri.
     Keadaan Jibril kayak itu bukan ia melepaskan sifat kerohaniannya. Tapi, yang di maksudkan ialah hanya untuk menyenangkan Nabi muhammad SAW sebagai manusia. Karena keadaan tersebut yang demikian menuntut ketinggian rohani dari Rasullah yang seimbang dengan tingkat ke rohanian malaikat. Kata Ibnu Khaldun:”Dalam keadan yang pertama, Rasullah melepaskan kodratnya sebagai manusia jasmaani.sedangkan dalam keadaan lain malaikat berubah dari yang rohani semata menjadi manusia jasmani. 
      Ada 5 cara komunikasi tuhan dengan Nabi Muhammad SAW ;melalui wahyu, di balik hijab , dan pengiriman utusan untuk menyampaikan pesan tuhan.Sebagaimana yang di jelaskan di Q.s. ash-Shura:51.[9]

  1. yaitu; berupa wahyu;yaitu jenis komunikasi langsung dari tuhan kepada seseorang yang di tuju, tanpa suara dan tanpa seorang utusan. Seseorang yang menerimanya:memahami”bahwa itu berasal dari tuha”

   2. penyampaian pesan “di balik hijab”;dalam arti bahwa Allah berfirman kepada seseorang tanpa pendengar itu melihat yang (Allah) berbicara, karena, karena pada dasarnya Allah adalah invisible[10] sebagaimana jenis komunikasi Allah dengan Nabi Musa a.s. dalam penjelasan Q.S al-Qasas:30.[11]

    3. penyampaian pesan “melalui seorang utusan”.Jenis inilah yang di pegangi oleh para teolog Muslim, bahwa pembawa pesan (al-Qur`an) tersebut adalah Malikat Jibril dengan menggunakan bahasa Arab.[12]Beberapa ayat menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW.ketika “mendengarkan” pesan berusaha memahami dan mencoba mengulangi kata-kata dalam rangka mengingatnya[13]
.4. sekawan lebah

   وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",
    5 pada langit sebagi objek penciptaan

. keفَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيحَ وَحِفْظً
  Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.
     
Jadi pengalaman terpenting dari prosess pewahyuan Nabi Muhammad saw. Adalah pengalaman yang “di firmankan Tuhan” bukan yang lain[14].








KESIMPULAN

     Wahyu adalah yang di turunkan Allah SWT untuk Nabi dan di sampaikan kepada umatnya.Dan penyampaian nya bermacam-macam ada yang langsung dan ada yang berangsur-angsur.
     Sebagian ada yang di ceritan di hadist bahwa Nabi Muhammad SAW mengalami banyak  peristiwa saat penerimaan wahyu. wahyu yang di terima Nabi Muhammad SAW adalah  al-Quran. Nabi Muhammad kalau menerima wahyu nggak langsung bisa memahaminya.sebab itu Nabi muhammad menerima wahyu dari Malaikat Jibril.sejak itu Malaikat jibril mengajarinya membaca,menulis dan dari situlah Nabi Muhammad SAW bisa memahaminya dan sampai sekarang masih di amalkan kepada umatnya.
      Turunya wahyu Al-qur`an adalah dari Allah SWT ke Malaikat Jibril.setelah itu ke Nabi Muhammad SAW. Dan di sampaikan kepada seluruh umat islam
  Wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT ke Nabi Muhammad SAW yang berupa al-Quran .Alhamdulillah sampai saat ini telah banyak orang yang menghafalkannya dan mengamalkanya.Dan sampai sekaraang masih tetap keaslianya.
    Dan isi dari aL-qur`an itu sendiri adalah masa Nabi berjuang, dan di ikuti dengan para pengikut Nabi yang setia, kemanapun Nabi jalan pengikut ataupun Sahabat yang mengikutinya etap mendampinginya meskipun berpisah dari apapun misal pisah dari keluarga yang suaminya berjuang bersama Nabi muhammad saw.
    Maka kita harus mencintai mushaf al-Qur`an walaupun itu hanya membacanya. jaangan sampai tidak sekalipun mengamalkannya ataupun tidak membacanya. Lebih parahnya adalah tidak mengenal apa itu Al-qur`an NA`UDHUBILLAHIMINDZALIK

DAFTAR PUSTAKA
Al-atbar, dawud. Perpektif  Baru Ilmu Al-Quran. Jakarta: Pustaka Hidayah, 2007.

Aziz, Moh Ali. Mengenal Tuntas Al-Quran. Wonocolo Surabaya: Imtiyaz, 2018.

Al-Qatan, Manna`Khalil. Study Ilmu-Ilmu Al-Quran, Bogor:Litera Antar Nusa, 2016.

Al-Qathan, Manna, Study Ilmu Al-Quran. Jakarta Timur:Pustaka al-Kautsar, 2006.

As-shalih, Subhi. Membahas Ilmu-Ilmu Al-Quran.Jakarta: Pustaka Firdaus,  2018.

Ash-Shabuniy, Muhammad Ali. Study Ilmu Al-Quran. Bandung:Pustaka Setia, 1998.

Drajat,Amroni. Ulumul Quran. Depok: Pustaka Amani, 2017.

Shihab, Quraish. Membumikan Al-Quran.Bandung:Mizan, 1996
.
Shihab,Quraish. Sejarah Dan Ulumul Quran. Jakarta:Firdaus 2013.

UIN Sunan Ampel Press. Study Al-Quran. Surabaya, 2013.

UIN Sunan Ampel Press, Study Al-Quran. Surabaya. 2017.

Yasir, Muhammad, Study Al-Quran, Pekanbaru-Riau:Mutiara Jannati, 2016



[1][1] Nasr Hamid Abu Zaid, tekstualitas AL-QUR`AN Kritik terhadap al-qur`an,terj. Khoiron Nahdliyin,(Yogyakarta;LKIS,2003, 30
[2] Manna, al-Qattan, Mabahith fi`ulum al-qur`an, (Ttp Manshurat al-asyari, al-hadith, 1973).32.
[3] Ibid
[4] Al-qatthan ,Mabaith,33
[5] Q.S. Maryam[19]:11;dalam arti memberi isyarat.
[6] Q.S.Yusuf[12];109
[7] Q.S. Al-baqarah[1];30
[8] Hadist Bukhori
[9]Abdullah Saeed, Interpreting the Qur`an ( London and New York:Roudledge,2006),31
[10] Ibid.
[11] Abdullah saced,interpreting the Qur`an.,31-32                    
[12] Q.S.ash-Shu`ara:192-195
[13] Q.S. al-Qiyamah:16-19.ibid,32-33
[14] Ibid.,37

MINI BOOK "Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

MINI BOOK DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dalam Memenuhi Salah Sa...