Minggu, 29 September 2019

Penurunan Wahyu


TURUNNYA WAHYU 



Makalah Mata Kuliah Studi Alquran







Disusun Oleh:
Syaiful Faiz (B01219037)

Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M. Ag
Asisten Dosen :
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I


Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negeri  Sunan Ampel
Surabaya
2019

 





KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama allah swt yang telah melimpahkan hidayahnya kepada kita semua.dan tidak lupa sholawat serta salam kita panjatkan kepada nabi muhammad saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke jaman yang terang benerang yaitu adinul islam wal iman.hari ini saya telah selesai mengerjakan makalah tentang study al quran.peulisan buku ini dari beberapa sumber buku yang telah saya baca dan dengan rasa kesabaran dan ketenangan saya telah menyelesaikan tugas ini dan saya jadikan makalah.


Surabaya, 20 agustus 2019
                                                         Penyusun







DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

             Penurunan wahyu yang pertama kali oleh nabi muhammad saw yang telah di terangkan di hadist.pada saat itu “Mimbar telah di siapkan untuk Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya,Nabi SAW berkhotbah dengan berdiri di sebelah salah satu tiang masjid. Ketika pertama kali mimbar di letakan,Nabi Muhammad SAW datang hendak berkhotbah. Nabi Muhammad SAW melewati tiang masjid tersebut menuju mimbar.Saat melewati mimbar tiang masjid itulah, terdengar bunyi dari tiang masjid yang merintih, Seperti rintihan anak kecil yang sedang diam, karena mendengar dzikir dan wahyu yang di terima Nabi Muhammad SAW”Hadist ini diceritakan oleh banyak sahabat(mutawatir) 1..

B.  RUMUSAN MASALAH

   1.Apa arti dari wahtyu itu?
   2.Apakah kepastiannya adanya wahyu
   3.Bagaimana cara turunya wahyu kepada Malaikat dan Nabi

C.  TUJUAN

   1.Mengetahui pegertian wahyu
   2.Memahami kepastiannya adaanya wahyu
   3.Mengetahui cara-cara turunya wahyu kepada Malaikat dan Nabi            








BAB II

PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN WAHYU

       AL-Wahyu atau wahyu adalah kata masdar (infinitif)). Ia menunjukan dua pengertian dasar yaitu terembunyi dan cepat.menurut bahasa adalah pemberian informasi secara rahasia[1]. Wahyu itu sendiri di artikan (isim maf`ul) yg artinya di wahyukan[2].
        Wahyu secara bahasa sendiri bermakna[3];
1.   ilham sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu terhadap ibu musa.
2.   ilham yang berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah.
3.   isyarat  yang cepat melalui rumus dan kode, seperti isyarat zakaria yang tercantum dalam Q.S.Maryam[19]:11
4.   Bisikan dan tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia.
E. apa yang di sampaikan Allah SWT kepada para malaikatnya berupa suatu perintah untuk di kerjakan.
Menurut Muhammad Abduh memberikan definisi wahyu sebagai “pengetahuan yang di dapat seseorang dari dalam dirinya dengan di sertai keyakinan bahwa pengetahuan tersebut datang dari Allah SWT , baik melalui perantara ataupun tidak[4].
 Berkaitan dengan wahyu al-Quran yaitu penyampaian dari Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril yaitu bermacam-macam ada yang bentuknnya perintah maupun informasi yang tujukan  kepada kita melalui ulama.   Yang telah di cantumkan di Q.S.Ar-Rad[13]:30;Q.S Saba`[34]:50 Q.S.al-An`am[6]:50

AL-QUR`AN ADA JUGA BEBERAPA BAGIAN YANG TERKAIT ADALAH.

a. Sesuatu yang di baca daan tertulis;        
       Jika di katakan: Qara`a ar-risalata qira`anan, maka berarti dia membaca, dengan bersuara, dan apa yang terkandung dalamnya, Kata al-qara` berarti “yang paling fasih bacaanya”.selain itu,kata Qara` berarti melihat apa yang tertulis dan menelaah tanpa bicara.

b. Mengumpulkan;
   Ibnu Atsir berkata:Al-qur`an adalah “mengumpulkan”dan Al-qur`an tersebut bisa dikatakan Al-qur`an sebab kandungannya berisi kisah-kisah, perintah, dan larangan, janji, dan ancaman,ayat-ayat dan surah-surah,sebagian merupakan bagian yang lain.




c. NAMA KITAB ALLAH SWT
 Asy-syafi,i bahwa beliau mengatakan bahwa:”Al-qur`an adalah nama kitab Allah SWT seperti halnya At-Taurat dan At-injil.Dan ia tidak mengandung hamzah(pada huruf tengahnya, yakni bukan dibaca “Al-qur`an”melainkan “Al-quran”)
  Allah SWT menjadikan Al-qur`an sebagai hukum dasar (qanun asasi) dan menyeluruh, dengan memandangnya sebagai undang-undang dasar agama yang sempurna.
 Muhammad Abduh pula mendefinisikan Wahyu sebagai berikut.
Wahyu ialah pengetahuan yang didapat oleh seseorang di dalam dirinya, yang ia yakini bahwa demikian itu datang dari sisi Allah, baik pakai perantara maupun tidak, yang pertama melalui suara yang dapat didengar oleh yang bersangkutan atau tanpa suara sama sekali.”


B. KEPASTIAN ADANYA WAHYU

Al-Quran Al-Karim turun pada masa 22 tahun  atau tepatnya ,Menurut sementara ulama, 22 tahun, dan 22 hari.
Kepastian adanya wahyu terdapat dalam hadist yang menerangkan bahwa wahyu itu benar turun.
 A.Mimpi yang benar di dalam  tidur
“Dari Aisya R.A berkata:Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasullah SAW adalah mimpi yang benar di waktu tidur. Beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi itu datang bagaikan terangnya pagi hari”
 Hadist tersebut menerangkan persiapan Nabi Muhammad SAW untuk menerima wahyu dalam keadaan sadar/tidak tidur.karena di dalam al-Quran ketika wahyu di turunkan beliau dalam keadaan sadar.
Kepastian wahyu terkandung pada beberapa surah yaitu

1.     Doktrin keesaan Tuhan;Q.S.al-Kahfi(18):110
    قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ
     Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang maha esa.

      2. Kisah keluarga Imran dalam Q.S, Ali Imron(3):44.
ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ
      Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

1.   Pengetahuan tentaang jin yang mendengr al-qur`an,Q.S.al-Jinn(72):1
 قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
     Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,
Makna wahyu antara lain

a.     Bentuk komunikasi yang dijalin antara sesama manusia atau tuhan dan makhluknya[5]. Ia memuat makna antara lain;memberi isyarat, tipu daya (bisikan), perintah, firasat (ilham fitri),  instink (ilham gharizi).
b.     Komunikasi pesan Ilahi kepada para Nabi termasuk Muhammad SAW[6], Iakadang berupa perintah , atau berupa doktrin.



Pada masa khalifah Abu-Bakar Assidiq.banyak peristiwa yang terjadi pada saat penulisan al-Quran salah satunya adalah penumpasan kepada pembangkang saat itu.Dalam penumpasan tersebut banyak khalifah yang Syahid,Terutama mereka yang menyandang gelar sebagai Hufaazh al-Quran  Para penghafal al-Quran semakin menipis jumlahnyaakibat peperangan di Yamamah.Dan Umar Bin Khattab sangat mengkhawatirkan juga mencemaskan kelangsungan Risalah yang di bawa Nabi Muhammad SAW.Kemudian Umar Bin Khattab mengusulkan untuk pembukuan al-Quran.

B.  CARA-CARAAA TURUNYAA WAHYU KEPADA MALAIKAT DAN NABI.

 
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ 
  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"[7]Q.S.al-Baqorah(1):30.


 Wahyu Allah SWT  kepada Nabi-NYA. Adakalanya perantara dan tidak perantara.seperti yang telah di sebutkan di atas.Misalnya Nabi Muhammaad SAW berkhotbah di mimbar, Nabi Muhaammaad SAW, Nabi Mimpi  di waktu tidur padahal Nabi waktu menerima wahyu tidak tidur,Dan adakalnya lewat Malaikat Wahyu.Pada waktu turunya al-Quran Rasullah SAW.Mengalami kesulitan Beliau berusaha sering mengulang bacaan ayat al-Quran bersama Jibril karena khawatir apabila ada yang terlupa (hilang) Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mendengarkan baik-baik bila Jibril membacakanya.Beliau memantapkan hatinya bahwa Allah SWT akan menjamin agar al-Quran tetap terpelihara dalam hatinya.Karena itu Nabi tidak tergesa-gesa dalam membaca dan beliau tidak memaksakan dirinya dalam menerimanya.
      Ada beberapa cara wahyu di turunkan.
a. Dari Lauhil mahfudz ke sama` (langit) dunia secara sekaligus pada malam Lailatul Qadar
b. Dari sama`dunia ke bumi secara berangsur-angsur.
Macam-macam Wahyu
Diatas telah diterangkan apabila Allah ingin memberikan petumjuk atau pengetahuan kepada makhluk-makhluknya pada ummnya, maka hal demikian dapat terjadi melalui ilham. Sedangkan untuk para nabi dan rasulnya khususnya adalah melalui wahyu. Meskipun demikian perlu diperhatikan bagaimana cara terjadinya komunikasi antara Allah dengan para Nabi dan Rasulnya.Q.S.asy-Syura’(26):51
إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 
 sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman"..


1. Penurunan Pertama
     Pada malam  mubarakah,yaitu malam Laitul Qadar di turunkanlah al-Quran secara sempurna ke Baitul Izza di langit pertama.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

   Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadr: 1-5).

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُو
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur(.Q.S.al-Baqarah)[1];185.
   Kedua ayat tersebut menyatakaan bahwa al-Quran di turunkan padaa suatu malam mubarakah atau Lailatul qadar. Yaitu, di malam ramadhan.Pada peristiwa tersebut al-Quran di turunkan pada tahap pertama.al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW padaa masa yang panjang yaitu padaa maasa kerosullan 23 tahun dan diturunkan tidak hanya pada bulan ramadhan, tapi di bulan lainya. Karena itu, jelaslah bahwa yaang dimaksudkan adalah penurunan pada tahap pertama.

2. Penurunan kedua
     Penurunan tahap kedua adalah dari langit pertamaa ke dalam lubuk hati Nabi Muhammad SAW. Dengan cara berangsur-angsur, yaitu selama 23 tahun sejak kebangkitannya sebagai Rasul.sampai beliau wafat.
  Dalam al-Quran di turunkan secara berangsur-angsur.

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
   Dan al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian(Q.S.al-Isra`[17]:106

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
Q.S. al-Furqon[25]:32
    Ayat diatas menerangkan bahwa orsang-orang yahudi mencela Nabi Muhammad SAW.Karena al-Quran di turunkan secara berpisah-pisah.Mereka menghendaki bahwa al-Quran diturunkan secara sekaligus.itulah sebabnya mereka berkata kepada Nabi SAW.”Hai ayah Qasim! Mengapa al-Quran tidak diturunkan secara sekaligus sebagaimana diturunkannya Taurat kepada Musa AS? Dari peristiwa tersebut turunlah 2 ayat atas tersebut.

Hikmah Turunnya Al-Quran secara berangsur
a)     Meneguhkan hati Nabi SAW. Dalam menghadapi celaan dari orang-orang musyrik.
b)    Meringankan Nabi dalam menerima wahyu.
c)     Mempermudah dalam menghafal al-Quran dan memberi pemahaman bagi kaum muslimin.
d)    Tadaruj (selangkah demi langkah) dalam menetapkan hukum samawi
e)     Sejalan dengan kisah-kisah yang terjadi dan  mengingatkan atas kejadian itu.
        Ada 2 cara penyampaaian wahyu oleh malaikat ke Nabi;
       1. Datangnya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang amat kuat yang mempengaruhi faktor-faktor kesadaran,Karena sebab itu, cara yang paling berat bagi Nabi waktu menerima wahyu.Maka beliau mengumpulkan segala kekuatan kesadarannya untuk menerimanya,menghafal dan memahaminya.suara-suara itu munagkin dari kepakan sayap para-para malaikat.dalam hadist di sebutkan;
   ;Apabila Allah SWT menghendaki suaatu urusan di langit, maka para malaikat memukul-mukulkan sayapnya karena tunduk kepada firmanya,Bagaikan gemercikan mata rantai di atas batu-batu yang licin.[8]
2.  Malaikat menjelma kepada rasul sebagai seorang laki-laki dalam bentuk manusia.Dengan caaraa ini yang paaling di sukai Nabi muhammad SAW. bahwa dengan cara ini Nabi Muhammaad SAW merasa seperti seorang manusia yang berhadaapan dengan beliau dan di aanggap saudaranya sendiri.
     Keadaan Jibril kayak itu bukan ia melepaskan sifat kerohaniannya. Tapi, yang di maksudkan ialah hanya untuk menyenangkan Nabi muhammad SAW sebagai manusia. Karena keadaan tersebut yang demikian menuntut ketinggian rohani dari Rasullah yang seimbang dengan tingkat ke rohanian malaikat. Kata Ibnu Khaldun:”Dalam keadan yang pertama, Rasullah melepaskan kodratnya sebagai manusia jasmaani.sedangkan dalam keadaan lain malaikat berubah dari yang rohani semata menjadi manusia jasmani. 
      Ada 5 cara komunikasi tuhan dengan Nabi Muhammad SAW ;melalui wahyu, di balik hijab , dan pengiriman utusan untuk menyampaikan pesan tuhan.Sebagaimana yang di jelaskan di Q.s. ash-Shura:51.[9]

  1. yaitu; berupa wahyu;yaitu jenis komunikasi langsung dari tuhan kepada seseorang yang di tuju, tanpa suara dan tanpa seorang utusan. Seseorang yang menerimanya:memahami”bahwa itu berasal dari tuha”

   2. penyampaian pesan “di balik hijab”;dalam arti bahwa Allah berfirman kepada seseorang tanpa pendengar itu melihat yang (Allah) berbicara, karena, karena pada dasarnya Allah adalah invisible[10] sebagaimana jenis komunikasi Allah dengan Nabi Musa a.s. dalam penjelasan Q.S al-Qasas:30.[11]

    3. penyampaian pesan “melalui seorang utusan”.Jenis inilah yang di pegangi oleh para teolog Muslim, bahwa pembawa pesan (al-Qur`an) tersebut adalah Malikat Jibril dengan menggunakan bahasa Arab.[12]Beberapa ayat menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW.ketika “mendengarkan” pesan berusaha memahami dan mencoba mengulangi kata-kata dalam rangka mengingatnya[13]
.4. sekawan lebah

   وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",
    5 pada langit sebagi objek penciptaan

. keفَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيحَ وَحِفْظً
  Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.
     
Jadi pengalaman terpenting dari prosess pewahyuan Nabi Muhammad saw. Adalah pengalaman yang “di firmankan Tuhan” bukan yang lain[14].








KESIMPULAN

     Wahyu adalah yang di turunkan Allah SWT untuk Nabi dan di sampaikan kepada umatnya.Dan penyampaian nya bermacam-macam ada yang langsung dan ada yang berangsur-angsur.
     Sebagian ada yang di ceritan di hadist bahwa Nabi Muhammad SAW mengalami banyak  peristiwa saat penerimaan wahyu. wahyu yang di terima Nabi Muhammad SAW adalah  al-Quran. Nabi Muhammad kalau menerima wahyu nggak langsung bisa memahaminya.sebab itu Nabi muhammad menerima wahyu dari Malaikat Jibril.sejak itu Malaikat jibril mengajarinya membaca,menulis dan dari situlah Nabi Muhammad SAW bisa memahaminya dan sampai sekarang masih di amalkan kepada umatnya.
      Turunya wahyu Al-qur`an adalah dari Allah SWT ke Malaikat Jibril.setelah itu ke Nabi Muhammad SAW. Dan di sampaikan kepada seluruh umat islam
  Wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT ke Nabi Muhammad SAW yang berupa al-Quran .Alhamdulillah sampai saat ini telah banyak orang yang menghafalkannya dan mengamalkanya.Dan sampai sekaraang masih tetap keaslianya.
    Dan isi dari aL-qur`an itu sendiri adalah masa Nabi berjuang, dan di ikuti dengan para pengikut Nabi yang setia, kemanapun Nabi jalan pengikut ataupun Sahabat yang mengikutinya etap mendampinginya meskipun berpisah dari apapun misal pisah dari keluarga yang suaminya berjuang bersama Nabi muhammad saw.
    Maka kita harus mencintai mushaf al-Qur`an walaupun itu hanya membacanya. jaangan sampai tidak sekalipun mengamalkannya ataupun tidak membacanya. Lebih parahnya adalah tidak mengenal apa itu Al-qur`an NA`UDHUBILLAHIMINDZALIK

DAFTAR PUSTAKA
Al-atbar, dawud. Perpektif  Baru Ilmu Al-Quran. Jakarta: Pustaka Hidayah, 2007.

Aziz, Moh Ali. Mengenal Tuntas Al-Quran. Wonocolo Surabaya: Imtiyaz, 2018.

Al-Qatan, Manna`Khalil. Study Ilmu-Ilmu Al-Quran, Bogor:Litera Antar Nusa, 2016.

Al-Qathan, Manna, Study Ilmu Al-Quran. Jakarta Timur:Pustaka al-Kautsar, 2006.

As-shalih, Subhi. Membahas Ilmu-Ilmu Al-Quran.Jakarta: Pustaka Firdaus,  2018.

Ash-Shabuniy, Muhammad Ali. Study Ilmu Al-Quran. Bandung:Pustaka Setia, 1998.

Drajat,Amroni. Ulumul Quran. Depok: Pustaka Amani, 2017.

Shihab, Quraish. Membumikan Al-Quran.Bandung:Mizan, 1996
.
Shihab,Quraish. Sejarah Dan Ulumul Quran. Jakarta:Firdaus 2013.

UIN Sunan Ampel Press. Study Al-Quran. Surabaya, 2013.

UIN Sunan Ampel Press, Study Al-Quran. Surabaya. 2017.

Yasir, Muhammad, Study Al-Quran, Pekanbaru-Riau:Mutiara Jannati, 2016



[1][1] Nasr Hamid Abu Zaid, tekstualitas AL-QUR`AN Kritik terhadap al-qur`an,terj. Khoiron Nahdliyin,(Yogyakarta;LKIS,2003, 30
[2] Manna, al-Qattan, Mabahith fi`ulum al-qur`an, (Ttp Manshurat al-asyari, al-hadith, 1973).32.
[3] Ibid
[4] Al-qatthan ,Mabaith,33
[5] Q.S. Maryam[19]:11;dalam arti memberi isyarat.
[6] Q.S.Yusuf[12];109
[7] Q.S. Al-baqarah[1];30
[8] Hadist Bukhori
[9]Abdullah Saeed, Interpreting the Qur`an ( London and New York:Roudledge,2006),31
[10] Ibid.
[11] Abdullah saced,interpreting the Qur`an.,31-32                    
[12] Q.S.ash-Shu`ara:192-195
[13] Q.S. al-Qiyamah:16-19.ibid,32-33
[14] Ibid.,37

MINI BOOK "Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

MINI BOOK DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dalam Memenuhi Salah Sa...