MODEL BERBAHASA
DALAM DAKWAH MULTIKULTURAL
Diajukan Kepada
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Dalam Memenuhi
Salah Satu Tugas Dakwah Multikultural
Oleh:
Muhammad Syaiful Faiz
B01219037
PROGRAM
STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2021
A. Pendahuluan
Indonesia adalah negara dengan banyak suku, Bahasa, ras, golongan,
warna kulit dan kepercayaan agama adalah kekayaan bangsa Akan menjaga persatuan
untuk membentuk harmoni dalam wadah Indonesia. Di Teologi, keanekaragaman
fenomena kehidupan manusia dalam segala aspek Itu adalah kehendak Tuhan dan
harus diselesaikan dengan hikmat yang cukup. Dalam penelitian Teori politik
kontemporer, keragaman semua aspek masyarakat manusia Disebut juga masyarakat
multikultural. Namun, tidak jarang potret multikultural, Alasan mengapa bahasa,
ras, kelas, dan agama suatu negara rentan Konflik sosial di masyarakat.[1]
Dalam konteks agama, sebagian orang selalu percaya pada agama Mensosialisasikan
ajaran agamanya ke dalam masyarakat majemuk Kehidupan
orang diabaikan dalam setiap aspek. Di
sini nilai makna dari pandangan multikultural harus ditentukan oleh Saya
ingin menyampaikan pesan agama dalam masyarakat multikultural. Karena Perspektif
multikultural diresapi dengan semangat pengakuan keanekaragaman budaya Sekaligus
aktif menerima berbagai bentuk keragaman budaya dalam kehidupan masyarakat orang-orang.[2]
Oleh karena itu, dari perspektif multikultural, transmisi informasi
Agama atau Dakwah membutuhkan misionaris untuk memahami keragaman budaya
Masyarakat dan memiliki sikap positif terhadap keberagaman ini. Ubin besar
entah bagaimana Multikulturalisme berarti berusaha menciptakan keharmonisan
dalam masyarakat Beragam dan tetap bisa mengendalikan diri dan mentolerir
segalanya Bentuk perbedaan yang tidak seimbang. Inilah inti dari prinsip Dakwah
Multikulturalisme. Artikel ini akan dimulai dengan membahas Dakwah
multicultural Jelajahi konsep Dakwah multikultural dan kemudian lanjutkan
Jelajahi dasar dan metode adat multikultural. Landasan multicultural Melakukan
penelitian dengan mengkaji ajaran Islam yaitu memperolehnya dari perspektif
tafsir Pandangan yang lebih komprehensif dari perspektif Alquran.
B. Pengertian Dakwah multikultural
Dari
segi bahasa (etimologi), Dakwah dapat dikatakan, Undang-undang, telepon, dorong
atau mohon. Dalam pemerintahan Dakwah bahasa Arab adalah bentuk mashdar dari
kata kerja da'a, yad'u, da'watan, artinya memanggil atau mengundang, Kata
dakwah dalam Alquran diekspresikan dalam bentuk fi'il dan mashdar Sebanyak
lebih dari seratus kata. Alquran menggunakan kata dakwah untuk kebaikan yang di
sertai dengan Risiko pilihan. Dalam Alquran Dakwah diundang 46 kali, Dakwah
ditemukan 39 kali Berikan Islam dan kebaikan dan undang 7 kali ke neraka atau
kejahatan. Selain Ada banyak kitab suci yang bisa menjelaskan kata
"dakwah" dalam hal ini berbeda.
Multikultural berasal dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan
cultural (budaya/kebudayaan), yang 19
secara etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami adalah
bukan budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua
dialektika manusia terhadap kehidupannya
Terkait dengan hal tersebut Al-Qur’an sudah jelas menyatakan dalam
surat Al-Hujurat ayat 13 :
اَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ
ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa
- bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”
Sedangkan secara istilah, para ahli memiliki tafsiran yang
berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang mereka di dalam memberikan pengertian
dakwah. Berikut ini dikutip beberapa pendapat, di antaranya:
a) Dakwah merupakan suatu proses usaha untuk
mengajak agar orang beriman kepada Allah, percaya dan menaati apa yang telah
diberitakan oleh Rasul serta mengajak agar dalam menyembah Allah seakan-akan
melihat-Nya. (ibnu taimiyah)[3]
b) Dakwah adalah usaha-usaha menyerukan dan
menyampaikan kepada perorangan manusia dan seluruh umat manusia konsepsi Islam
tentang pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia ini, dan yang meliputi
al-amar bima’ruf an-nahyu an al-munkar dengan berbagai macam cara dan media
yang diperbolehkan akhlak dan membimbing pengalamannya dalam perikehidupan bermasyarakat
dan perikehidupan bernegara. ( Muhammad Natsir)[4]
Menurut beberapa definisi di atas, tentang tiga gagasan utama
berikut Hakikat Islamisasi, yaitu: Pertama-tama dakwah adalah proses aktivitas
Undangan untuk datang ke jalan Allah. Kegiatan undangan ini bisa berbentuk tabu
(Komunikasi), taghyir (perubahan, internalisasi dan pengembangan) dan uswah
(Contoh). Kedua, dakwah adalah proses persuasi (pengaruh). Berbeda Berpegang
pada esensi yang pertama, pengaruhnya tidak hanya menarik, tetapi juga Bujuk
orang yang terpengaruh untuk bergabung dengan influencer. Dalam hal ini dakwah
tidak dapat dimaknai sebagai proses wajib karena bersifat kontradiktif Mengutip
doktrin “Kitab Suci”: “Tidak ada paksaan dalam agama” (QS. Al-Baqarah 2: 256).
Dakwah multikultural sebenarnya dari
perspektif klasik Dakwah budaya, yaitu ajaran Islam mengakui keabsahan
eksistensi budaya Dan kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan prinsip
Tauhid. Hanya berkhotbah Multikulturalisme melangkah lebih jauh dalam hal
intensitas atau keluasan budayanya. Jika dikatakan bahwa paradigma budaya hanya
berpusat pada akar permasalahan Islam bisa dikomunikasikan melalui kompromi
dengan budaya tertentu, begitu dakwah Pemikiran multikultural tentang bagaimana
menyampaikan pesan Islam ini dalam situasi tertentu Masyarakat majemuk tidak
melibatkan unsur-unsur "monisme moral" yang berpotensi merusak Ada
banyak budaya dan kepercayaan itu sendiri.
C. Ruang Lingkup Dakwah Multikultural
a) Pertama, periksa dasar interaksi Da'í simbolis
mad'u berbeda dengan latar belakang budaya Dalam lingkup misi, misionaris, nabi
dan rasul Termasuk nabi terakhir dan bukti eksistensi Islam di Indonesia
Merupakan produk kegiatan dakwah multikultural
b) Kedua, menelaah unsur-unsur dakwah dengan
mempertimbangkan aspek budaya yang berhubungan dengan unsur da’i, pesan,
dakwah, metode, media, mad’u dan dimensi ruang dan waktu yang mewadahi
keberlangsungan interaksi antarberbagai unsur dalam keberlangsungan dakwah.
c) Ketiga, mengkaji tentang karakteristik manusia
baik posisinya yang menjadi da’i maupun yang menjadi mad’u melalui kerangka
metodologi dalam antropologi
d) Keempat, mengkaji tentang upaya dakwah yang
dilakukan oleh masing-masing etnik dan antaretnik, baik lokal-nasional,
regional maupun internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar