Senin, 15 Maret 2021

DAKWAH DAN MULTIKULTURAL

  

MODEL BERBAHASA

DALAM DAKWAH MULTIKULTURAL


Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Dalam Memenuhi Salah Satu Tugas Dakwah Multikultural

 

Oleh:

Muhammad Syaiful Faiz

B01219037

 

 

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

2021


 

A. Pendahuluan

Indonesia adalah negara dengan banyak suku, Bahasa, ras, golongan, warna kulit dan kepercayaan agama adalah kekayaan bangsa Akan menjaga persatuan untuk membentuk harmoni dalam wadah Indonesia. Di Teologi, keanekaragaman fenomena kehidupan manusia dalam segala aspek Itu adalah kehendak Tuhan dan harus diselesaikan dengan hikmat yang cukup. Dalam penelitian Teori politik kontemporer, keragaman semua aspek masyarakat manusia Disebut juga masyarakat multikultural. Namun, tidak jarang potret multikultural, Alasan mengapa bahasa, ras, kelas, dan agama suatu negara rentan Konflik sosial di masyarakat.[1]

Dalam konteks agama, sebagian orang selalu percaya pada agama Mensosialisasikan ajaran agamanya ke dalam masyarakat majemuk Kehidupan orang diabaikan dalam setiap aspek. Di sini nilai makna dari pandangan multikultural harus ditentukan oleh Saya ingin menyampaikan pesan agama dalam masyarakat multikultural. Karena Perspektif multikultural diresapi dengan semangat pengakuan keanekaragaman budaya Sekaligus aktif menerima berbagai bentuk keragaman budaya dalam kehidupan masyarakat orang-orang.[2]

              Oleh karena itu, dari perspektif multikultural, transmisi informasi Agama atau Dakwah membutuhkan misionaris untuk memahami keragaman budaya Masyarakat dan memiliki sikap positif terhadap keberagaman ini. Ubin besar entah bagaimana Multikulturalisme berarti berusaha menciptakan keharmonisan dalam masyarakat Beragam dan tetap bisa mengendalikan diri dan mentolerir segalanya Bentuk perbedaan yang tidak seimbang. Inilah inti dari prinsip Dakwah Multikulturalisme. Artikel ini akan dimulai dengan membahas Dakwah multicultural Jelajahi konsep Dakwah multikultural dan kemudian lanjutkan Jelajahi dasar dan metode adat multikultural. Landasan multicultural Melakukan penelitian dengan mengkaji ajaran Islam yaitu memperolehnya dari perspektif tafsir Pandangan yang lebih komprehensif dari perspektif Alquran.


 

B. Pengertian Dakwah multikultural

 Dari segi bahasa (etimologi), Dakwah dapat dikatakan, Undang-undang, telepon, dorong atau mohon. Dalam pemerintahan Dakwah bahasa Arab adalah bentuk mashdar dari kata kerja da'a, yad'u, da'watan, artinya memanggil atau mengundang, Kata dakwah dalam Alquran diekspresikan dalam bentuk fi'il dan mashdar Sebanyak lebih dari seratus kata. Alquran menggunakan kata dakwah untuk kebaikan yang di sertai dengan Risiko pilihan. Dalam Alquran Dakwah diundang 46 kali, Dakwah ditemukan 39 kali Berikan Islam dan kebaikan dan undang 7 kali ke neraka atau kejahatan. Selain Ada banyak kitab suci yang bisa menjelaskan kata "dakwah" dalam hal ini berbeda.

Multikultural berasal dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan cultural (budaya/kebudayaan), yang  19 secara etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami adalah bukan budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua dialektika manusia terhadap kehidupannya

 Terkait dengan hal tersebut Al-Qur’an sudah jelas menyatakan dalam surat Al-Hujurat ayat 13 :

اَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”

Sedangkan secara istilah, para ahli memiliki tafsiran yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang mereka di dalam memberikan pengertian dakwah. Berikut ini dikutip beberapa pendapat, di antaranya:

a)     Dakwah merupakan suatu proses usaha untuk mengajak agar orang beriman kepada Allah, percaya dan menaati apa yang telah diberitakan oleh Rasul serta mengajak agar dalam menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya. (ibnu taimiyah)[3]

b)    Dakwah adalah usaha-usaha menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan manusia dan seluruh umat manusia konsepsi Islam tentang pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia ini, dan yang meliputi al-amar bima’ruf an-nahyu an al-munkar dengan berbagai macam cara dan media yang diperbolehkan akhlak dan membimbing pengalamannya dalam perikehidupan bermasyarakat dan perikehidupan bernegara. ( Muhammad Natsir)[4]

Menurut beberapa definisi di atas, tentang tiga gagasan utama berikut Hakikat Islamisasi, yaitu: Pertama-tama dakwah adalah proses aktivitas Undangan untuk datang ke jalan Allah. Kegiatan undangan ini bisa berbentuk tabu (Komunikasi), taghyir (perubahan, internalisasi dan pengembangan) dan uswah (Contoh). Kedua, dakwah adalah proses persuasi (pengaruh). Berbeda Berpegang pada esensi yang pertama, pengaruhnya tidak hanya menarik, tetapi juga Bujuk orang yang terpengaruh untuk bergabung dengan influencer. Dalam hal ini dakwah tidak dapat dimaknai sebagai proses wajib karena bersifat kontradiktif Mengutip doktrin “Kitab Suci”: “Tidak ada paksaan dalam agama” (QS. Al-Baqarah 2: 256).

Dakwah multikultural sebenarnya dari perspektif klasik Dakwah budaya, yaitu ajaran Islam mengakui keabsahan eksistensi budaya Dan kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan prinsip Tauhid. Hanya berkhotbah Multikulturalisme melangkah lebih jauh dalam hal intensitas atau keluasan budayanya. Jika dikatakan bahwa paradigma budaya hanya berpusat pada akar permasalahan Islam bisa dikomunikasikan melalui kompromi dengan budaya tertentu, begitu dakwah Pemikiran multikultural tentang bagaimana menyampaikan pesan Islam ini dalam situasi tertentu Masyarakat majemuk tidak melibatkan unsur-unsur "monisme moral" yang berpotensi merusak Ada banyak budaya dan kepercayaan itu sendiri.

C. Ruang Lingkup Dakwah Multikultural

a)     Pertama, periksa dasar interaksi Da'í simbolis mad'u berbeda dengan latar belakang budaya Dalam lingkup misi, misionaris, nabi dan rasul Termasuk nabi terakhir dan bukti eksistensi Islam di Indonesia Merupakan produk kegiatan dakwah multikultural

b)    Kedua, menelaah unsur-unsur dakwah dengan mempertimbangkan aspek budaya yang berhubungan dengan unsur da’i, pesan, dakwah, metode, media, mad’u dan dimensi ruang dan waktu yang mewadahi keberlangsungan interaksi antarberbagai unsur dalam keberlangsungan dakwah.

c)     Ketiga, mengkaji tentang karakteristik manusia baik posisinya yang menjadi da’i maupun yang menjadi mad’u melalui kerangka metodologi dalam antropologi

d)    Keempat, mengkaji tentang upaya dakwah yang dilakukan oleh masing-masing etnik dan antaretnik, baik lokal-nasional, regional maupun internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MINI BOOK "Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

MINI BOOK DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dalam Memenuhi Salah Sa...