Rabu, 10 Juni 2020

Artikel Sosiologi

Pengertian Komunikasi Masyarakat

ULANGAN AKHIR SEMESTER






Dosen Pengampu :
Abu Amar Bustomi, M.SI



Disusun Oleh :
Muhammad Syaiful Faiz            (B01219037)






PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2020
 



Abstrak
Komunikasi adalah suatu proses interaksi antara sesama makhluk dengan menggunakan simbol, maupun perilaku dan tindakan. Komunikasi merupakan hal mendasar bagi kehidupan setiap manusia, baik itu manusia sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.. Komunikasi berasal dari bahasa latin Communicatio, dan asal kata ini bersumber pada kata Communis yang artinya sama makna, yaitu sama makna mengenai satu hal makna tentang arti kata komunikasi dari sekian banyak definisi yang diungkapkan oleh para ahli dapat disimpulkan secara lengkap dengan maknanya yang hakiki, yaitu komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu, atau  untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung (secara lisan, maupun tidak langsung melalui media. Kelompok atau komunitas adalah sebuah wadah yang menampung orang-orang dan objek-objek; orang-orang dalam organisasi yang berusahamencapai tujuan bersama. Menurut Kertajaya Hermawan kelompok adalah beberapa orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah kelompok terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota kelompok tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Masyarakat memiliki struktur dan lapisan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, hal ini tergantung pada komplektifitas masyarakat itu sendiri. Semakin besar perbedaan kebudayaan yang mereka miliki, maka semakin rumit proses-proses sosial yang dapat dilakukan. Oleh karena itu komunikasi yang baik, sangat diperlukan untuk mempermudah proses sosialisasi dalam lingkungan masyarakat.
Kata kunci: Komunikasi, Masyarakat


Pendahuluan
             Berikut adalah beberapa definsi komunikasi dari perspektif sosiologi yang telah dikemukakan oleh para ahli (Rakhmat, 2001 : 7-8) :
    1. Collin Cherry mendefinisikan komunikasi sebagai usaha untuk membuat satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda. Memiliki bersama serangkaian peraturan untuk berbagai kegiatan mencapai tujuan.
   2. V. Harnack dan T. Fest mendefinisikan komunikasi sebagai proses interaksi diantara orang untuk mencapai tujuan integrasi intrapersonal dan interpersonal.
   3. Edwin Neuman mendefinisikan komunikasi sebagai proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi kelompok yang berfungsi.
    4.  Charles H. Cooley, merujuk pada sebuah mekanisme yang berjalan dimana hubungan antar manusia berada dan berkembang-semua simbol dalam pikiran, bersamaan dengan makna penyampaiannya melalui ruang dan bertahan dalam waktu[1].

Definisi yang dikemukakan oleh Cooley merupakan definisi yang menggambarkan komunikasi sebagai sebuah hubungan antar manusia dan interaksi. Karena, dapat dikatakan bahwa dasar dari komunikasi adalah hubungan. Hubungan antar manusia terwujud antara dua orang atau antara satu orang dengan banyak orang. Misalnya komunikasi yang terjadi dalam kelompok dan organisasi. Inti dari hubungan antar manusia adalah terhubung satu sama lain dan fokus pada informasi yang sama. Pusat elemen dari hubungan komunikasi umumnya dikaitkan dengan hubungan sosial yang memberikan kontribusi dalam penggunaan dan penafsiran informasi.  Hubungan sosial dapat terbentuk secara langsung melalui komunikasi tatap muka dan dapat terbentuk secara tidak langsung melalui media.

Indonesia adalah negara yang memiliki pluralisme budaya yang sangat kaya. Pluralisme atau, keragaman budaya ini menjadi salah satu potensi tersendiri untuk membangun kesejahteraan dan pemahaman bersama dalam suatu bangsa melalui berbagai program pembangunan dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan[2]. Untuk itu optimalisasi potensi yang ada perlu dilakukan untuk diarahkan sebagai salah satu sumber kekuatan dalam pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti potensi komunikasi sosial yang berkembang melalui berbagai interaksi antar masyarakat dalam bentuknya yang beragam sebagai bagian kebudayaan masyarakat setempat baik melalui budaya immaterial seperti terlihat dalam bahasa, tradisi, kebiasaan, adat, nilai moral, etika, religi, kesenian, sistem kekerabatan dan sebagainya ataupun pula berupa budaya material dalam bentuk seperti alat-alat kerja, alat pertanian, alat-alat rumah tangga, alat transportasi, alat komunikasi ataupun model perumahan atau pemukiman. Terdapat satu model pemukiman khas yang berkembang di kabupaten Sumenep Madura dan menurut Kontowijoyo (2004) berbeda dengan sistem pemukiman di daerah jawa yaitu model pemukiman “Tanean lanjang”. Suatu model pemukiman dengan berbasis sistem kekerabatan atas unsur genetik dimana tata letak rumah berjejer berhadap - hadapan dalam satu halaman yang luas (tanean) dan memanjang (lanjang). Dalam pemukiman tanean lanjang ini berkumpul beberapa keluarga khususnya dari pihak istri. Masing-masing rumah merupakan bangunan sendiri dengan teras rumah yang cukup luas tanpa pembatas teras. Komunikasi berlangsung secara terbuka, masing - masing keluarga dapat keluar masuk pada rumah–rumah yang lain. komunikasi terjadi secara intens dan erat serta sharing antar warga kerap terjadi dalam kelompok pemukiman ini. Begitu pula Arus komunikasi terjadi secara spontan, dekat dan lancar. Pesan tersampaikan dan menyebar dengan mudah dan cepat direspon oleh warga dalam kelompok pemukiman ini.


Rangkuman
            Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan masyarakat. Perkembangan ilmu ini melahirkan cabang Sosiologi adalah sosiologi komunikasi yaitu kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu sesuatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh dan memengaruhi antara individu, kelompok maupun antarkelompok. Proses interaksi yang terjadi di masyarakan merupakan salah satu aspek yang dipelajari dalam sosiologi komunikasi. Sosiologi komunikasi tidak lepas dari media interaksi sosial yaitu lembaga sosial, massa sosial, dan norma-norma sosial yang mengaturnya.




[1] Mahyudin, M.A, Sosiologi Komunikasi , Makasar, Shofia  CV Loe, 2019
[2] Djoko Purwanto, M.B.A, Komunikasi Bissnis, Jakarta, Erlangga, 2006


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MINI BOOK "Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

MINI BOOK DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dalam Memenuhi Salah Sa...