Dosen Pengampu:
Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz, M.Ag
Penyusun:
Muhammad Syaiful Faiz [B01219037]
FALKUTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2019
Pada hari sabtu, 23 November 2019
mahasiswa Prodi KPI A2 semester 1 melaksanakan pelatihan Pendalaman Terapi
Shalat Bahagia (PTSB) yang di hadiri oleh guru besar Fakultas Dakwah dan
Komunikasi prodi Komunikasi Penyiaran Islam Prof. Ali Aziz M.Ag. Dan diberi
tugas untuk membuat penggambaran dari pelatihan tersebut.
Orang yang sudah mengikuti
PTSB(pendalaman terapi sholat bahagia).Mereka yang telah berhasil merubah Mindset
yang dulunya masih bewrhamburan menjadi merasakan ikhlas dan ridho atas
keputusan Allah SWT, lebih percaya diri,optimis dalam menjalani hidup,tenang
menghadapi masalah di tengah keluarga maupun hubungan,dan kesembuhan dari
beberapa penyakit. Orang yang mengikuti PTSB memberikan bimbingan dan praktek
sholat agar bisa memahami dan menjadi ingatan kita lebih kuat dan bisa
memantapkan keyakinan kita dan kebesaran Allah SWT. Dan menjadikan wajah kita
kita penuh bahagia. Mencerminkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.Seperti
contoh kita belanja ke pasar,Sebelum kita pergi ke pasar kita harus menyiapkan shooping
lish. (Dartar Belanja).
“Barang siapa yang tidak suka dengan
kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan barang siapa yang mengeluh enak
atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka janganlah memanggilku lagi”. Maksud
dari kalimat tersebut ialah mengajarkan kita untuk menjadi seorang hamba yang
menerima lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap
kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat
nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh
dari apa yang ia alami. Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin.
Seorang guru favorit saya Prof. Ali Aziz memberi suatu prinsip Berani hidup
berani menghadapi masalah. Tidak berani, mati ae, singkat, padat, dan jelas.
Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya tidak
ada do’a yang tidak dikabulkan. Hanya saja Allah masih melihat proses mu,
memilih waktu yang tepat, serta melihat kesiapan mu dalam menerima nya. Sama
halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya
untuk membelikan motor besar. Namun, apa kata ayah ketika itu “yah…nanti kalau
kamu sudah besar”.
DERITA DUSTA
Oleh:Prof. Dr. Ali
Aziz, M.Ag
Guru Besar Uin
Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku”60 menit terapi sholat bahagia”
Secara garis besar, ada tiga macam
manusia. Pertama, muslim atau mukmin, yaitu orang yang percaya kepada Allah dan
menjalankan semua perintah-Nya. Kedua, munafik, yaitu orang yang tidak beriman,
tapi mengaku beriman; atau beriman, tapi berbohong. Ketiga, kafir, yaitu orang
yang tidak percaya kepada Allah. Ketiga kelompok tersebut dijadikan nama-nama
surat Alquran, yaitu al Mukminun, al Kafirun, dan al Munafiqun.
ada tiga tanda kemunafikan.
Pertama, berdusta kepada seseorang. Jika seseorang berdusta kepada banyak
orang, termasuk melalui media sosial, maka dosanya semakin besar. Kedua,
mengingkari janji kepada Allah, kepada istri, suami, anak, orang tua, pembantu
rumah tangga, dan masyarakat luas. Ingkar janji merupakan dosa, dan dosanya
akan lebih besar jika ia pemimpin jutaan orang. Wahai calon pemimpin dan calon
wakil rakyat! Jangan hanya demi meraih popularitas dan simpati, Anda mengobral
janji-janji yang tidak realistis. Ketiga,
tidak menjalankan amanah atau kepercayaan yang dibebankan di pundaknya.
Termasuk dalam kategori ini adalah pegawai atau karyawan yang tidak serius
menjalankan tugasnya, dan anggota legislatif yang tidak hadir pada sidang
pembuatan undang-undang. Atau ia hadir, tapi tidak serius mengikutinya. Juga
pemimpin rakyat yang lebih fokus mengurus partai, keluarga, para pendukung dan
tim suksesnya, daripada mengurus rakyatnya.
Ada juga ciri munafik yang tidak banyak diketahui
orang, yang disebut Allah dalam Surat An Nisa’ ayat 142,
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا
كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Sungguh
orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.
Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka
bermaksud riya’ (pamer dan meminta pujian) di hadapan manusia. Dan tidaklah
mereka berzikir menyebut Allah kecuali sangat sedikit.”
ayat ini, salah satu tanda kemunafikan
adalah menunda-nunda waktu shalat, atau mengerjakannya tanpa semangat dan
penghayatan. Orang yang mengharap dipuji masyarakat sebagai orang saleh,
dermawan, pejuang, dan pujian-pujian lainnya juga tanda yang terang benderang
bahwa dia orang munafik. Demikian juga orang yang jarang menyebut nama Allah,
lebih sering berbicara tentang hal-hal yang tidak ada gunanya atau tentang
kekurangan orang lain. Nama Allah hanya dipanggil ketika ia menghadapi
kesulitan ekonomi, kesehatan, keluarga, dan sebagainya. Jika semua sifat
kemunafikan tersebut lengkap ada pada Anda, maka Anda munafik tulen atau
munafik kelas berat. Dan, jika hanya satu atau dua sifat, maka Anda munafik
kelas ringan.
HIDUP BAHAGIA DENGAN SHOLAT
Oleh:Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku”60 Menit
Terapi Sholat Bahagia”
Ada dua kata kunci dalam firman Allah di atas, yaitu khusyuk dan
bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup sukses dan bahagia. Setiap
hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya ‘alas shalah, hayya alal
falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati terus menerus setiap hari
untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah) agar kita dapat memimpin
dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan terpinggirkan.
Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada
perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun
pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa
shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa
shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana
mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu,
terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan
keseimbangan otak kiri dan kanan (lihat buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia Shalat khusyuk akan menghasilkan
T2Q, yaitu tumakninah (tenang, damai, tidak tergesa-gesa dalam segala hal),
tawakal (pasrah atas pemberian Allah setelah kerja keras dan doa), dan qana’ah
(menerima dengan senang hati apapun dan berapapun pemberian Allah). Rincian
(breakdown) dari T2Q yang merupakan modal utama untuk meraih kebahagiaan
tersebut ditanamkan melalui enam gerakan utama shalat sekaligus menghapus enam sumber kecemasan yang saya
singkat KURMA PUCUK DOMIS, yaitu: pertama, kurang bersyukur, merasa serba
kurang. Emosi negatif yang menjadi sumber kecemasan ini dihapus melalui
renungan alhamdu lillahi rabbbil ‘alamin pada posisi berdiri shalat. Melalui
hamdalah, dengan senang hati, Anda sedang berterima kasih kepada Allah SWT, “Wahai Allah, saya berterima kasih atas
keimanan yang Engkau anugrahkan kepadaku. Saya orang yang bahagia karena
memiliki ibu, ayah, adik, kakak, suami atau istri, yang semuanya sangat
menyayangi saya. Saya amat berbahagia karena masih hidup dan berkecukupan,
tidak menjadi pengemis di jalan-jalan.” Anda bisa menambahkan deretan
kenikmatan Allah yang telah Anda terima sejak kecil. Dengan penyebutan semua
anugrah Allah itu, Anda akan lebih bahagia, lebih menghargai orang dan
frekwensi marah kepada keluarga atau siapapun menjadi jauh berkurang. Hidup
bahagia bisa diraih dengan mensyukuri apa yang ada, bukan mengharap-harap atau
berangan-angan tentang apa yang belum di tangan.
KALIMAT KUNCI TERAPI SHALAT BAHAGIA
Oleh:Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku”60 Menit
Terapi Sholat Bahagia”
Gerakan PTSB ini
dapat memberikan bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami,
mengingat lebih kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya
diri, dan selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup
yang berkah dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur
kepada Allah. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari
setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam
setiap gerakan sholat tersebut.
|
NO
|
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN/DOA(Dalam Hati, Tidak Boleh
Diucapkan)
|
|
1
|
BERDIRI
|
SUBHAN:(SYUKUR,BIMBINGAN,KETAHANAN
IMAN)
|
1.Syukur:”wahai allah, aku
bersyukur atas semua nikmatmu
|
|
2
|
RUKUK
|
TURUT:(TUNDUK;Menurut)
|
Tunduk :”wahai allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak kepada
kehendakmu aku bertasbih dan menyerahkan hidup dan mati,sehat,sakit,kaya
miskin, daan semua persoalan kepadamu
Menurut:aku menurutbkepada semua
perintahmu. Ampunilah dosa-dosaku”.
|
|
3
|
I’TIDAL
|
HADIR(Hak pujian;takdir)
|
Hak Pujian:”Hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas
mengharap pujian manusia.
Takdir Allah:”semua hal terjadi atas takdir mu.aku ridho dan ikhlas
menerimanya.
|
|
4
|
SUJUD
|
Masjid:(Maaf,sinar,jiwa dan raga)
|
Maaf:”maafkan dosa-dosa ku, bapak
ibu dan keluargaku.
Sinar:”sinarilah hati,lidah, mata,
dan teligaku agar selalu berbuat yang engkau ridhoi”.
Jiwa dan Raga:”jiwa dan ragaku
dalam kekuasaanmu. Aku serahkan hidup dan mati, sehat-sakit,kaya miskin dan
semua persoalan kepadamu:.
|
|
5
|
DUDUK ANTARA DUA SUJUD
|
AKSI:(Ampunan,Kasih,Sejahtera,iman)
|
Wahai Allah berilah aku:”Ampunan,
kasih,sejahtera, dan iman”
|
|
6
|
Tasyahud
|
Sosial:(sholawat,persaksian,tawakal)
|
Sholawat:”Sholawat dan salam untuk nabi muhammad SAW. Berikan aku kekuatan mencontoh
akhlaknya.
Persaksian:”aku beraksi,”tiada tuhan selain engkau dan muhammad adalah utusan
mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”
Tawakal:”aku serahkan hidup mati, sehat-sakit, kaya miskin, dan semua
persoalan kepadamu.”
|
Gerakan PTSB menyadarkan saya akan pentingnya sholat dalam
kehidupan sehari-sehari dan membuat saya lebih memahami makna bacaan yang ada
dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang dari dulu
belum dapat saya tangani sendiri, antara lain: saya belum bisa mengatur atau
memenage waktu yang baik, saya masih ragu dengan apa yang saya lakukan dan
sering merasa gundah seketika. Hari-hari saya sering dilewati dengan perasaan
yang sangat membosankan. Namun setelah saya mengkuti gerakan PTSB semua berubah
setelah saya menrapkan nya dalam sholat. Awalnya saya merasa belum terbiasa
dengan renungan dalam sholat yang selalu merenungkan semua permasalahan hidup
dan berdoa. Saya lebih merasa nyaman dengan hari-hari saya. Dapat disimpulkan
jika ingin hidup bahagia jangan pernah menyepelekan waktu sholat. Jika telah
mendengar panggilan adzan maka segeralah untuk bersiap dan
melaksanakannya. Semua tingkah laku atau
prilaku kita, baik buruknya kita dapat dilihat dari sholat nya. Ketika kita
ingin mengubah keburukan yang ada dalam diri maka yang terlebih dahulu yang
diubah adalah sholat nya. Sholat merupakan kunci dari segala hal. Mulai dari
kesuksesan kita di dunia hingga di akhirat nanti. Adapun kehkusyu’an kita dalam
sholat dapat ditemui saat kita benar-benar faham dengan bacaan yang terkandung
dalam sholat. Segala sesuatu itu ada ilmu nya, melakukan suatu hal tanpa
didasari dengan ilmu akan menjadi sia-sia. Sama halnya dengan sholat jika kita
melakukan nya tanpa mengetahui serta memahami nya maka akan sia-sia.

Barakallah, semoga bermanfaat bagi kita semua, terimakasih wawasan barunya
BalasHapusSemoga bermanfaat yah mas faiz.jangan lupa untuk dipraktekan juga.
BalasHapusMantap... cuma penulisan kata ada sedikit yang keliru...🙏🙏🙏
BalasHapusIt was good report. But u need to study more to improve your writing. Remember keep spurit and never give up to study!!!
BalasHapus