TURUNNYA WAHYU
Makalah Mata
Kuliah Studi Alquran
Disusun Oleh:
Syaiful Faiz (B01219037)
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Moh.
Ali Aziz M. Ag
Asisten Dosen :
Ati’ Nursyafa’ah
M.Kom.I
Fakultas Dakwah
dan Komunikasi
Program Studi
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya
2019
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut
nama allah swt yang telah melimpahkan hidayahnya kepada kita semua.dan tidak
lupa sholawat serta salam kita panjatkan kepada nabi muhammad saw yang telah
membawa kita dari zaman jahiliyah ke jaman yang terang benerang yaitu adinul
islam wal iman.hari ini saya telah selesai mengerjakan makalah tentang study
al quran.peulisan buku ini dari beberapa sumber buku yang telah saya baca
dan dengan rasa kesabaran dan ketenangan saya telah menyelesaikan tugas ini dan
saya jadikan makalah.
Surabaya, 20 agustus 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penurunan wahyu
yang pertama kali oleh nabi muhammad saw yang telah di terangkan di hadist.pada
saat itu “Mimbar telah di siapkan untuk Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya,Nabi SAW
berkhotbah dengan berdiri di sebelah salah satu tiang masjid. Ketika pertama kali
mimbar di letakan,Nabi Muhammad SAW datang hendak berkhotbah. Nabi Muhammad SAW
melewati tiang masjid tersebut menuju mimbar.Saat melewati mimbar tiang masjid
itulah, terdengar bunyi dari tiang masjid yang merintih, Seperti rintihan anak
kecil yang sedang diam, karena mendengar dzikir dan wahyu yang di terima Nabi
Muhammad SAW”Hadist ini diceritakan oleh banyak sahabat(mutawatir) 1..
B. RUMUSAN MASALAH
1.Apa
arti dari wahtyu itu?
2.Apakah kepastiannya adanya wahyu
3.Bagaimana cara turunya
wahyu kepada Malaikat dan Nabi
C. TUJUAN
1.Mengetahui pegertian wahyu
2.Memahami kepastiannya
adaanya wahyu
3.Mengetahui cara-cara turunya wahyu kepada Malaikat
dan Nabi
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN WAHYU
AL-Wahyu
atau wahyu adalah kata masdar (infinitif)). Ia menunjukan dua pengertian dasar
yaitu terembunyi dan cepat.menurut bahasa adalah pemberian informasi secara
rahasia[1].
Wahyu itu sendiri di artikan (isim maf`ul) yg artinya di wahyukan[2].
Wahyu secara bahasa sendiri bermakna[3];
1.
ilham sebagai
bawaan dasar manusia, seperti wahyu terhadap ibu musa.
2.
ilham yang
berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah.
3.
isyarat yang cepat melalui rumus dan kode, seperti
isyarat zakaria yang tercantum dalam Q.S.Maryam[19]:11
4.
Bisikan dan
tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia.
E. apa yang di
sampaikan Allah SWT kepada para malaikatnya berupa suatu perintah untuk di
kerjakan.
Menurut Muhammad
Abduh memberikan definisi wahyu sebagai “pengetahuan yang di dapat seseorang
dari dalam dirinya dengan di sertai keyakinan bahwa pengetahuan tersebut datang
dari Allah SWT , baik melalui perantara ataupun tidak[4].
Berkaitan dengan wahyu al-Quran yaitu
penyampaian dari Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat
Jibril yaitu bermacam-macam ada yang bentuknnya perintah maupun informasi yang
tujukan kepada kita melalui ulama. Yang telah di cantumkan di Q.S.Ar-Rad[13]:30;Q.S
Saba`[34]:50 Q.S.al-An`am[6]:50
AL-QUR`AN ADA JUGA
BEBERAPA BAGIAN YANG TERKAIT ADALAH.
a.
Sesuatu yang di baca daan tertulis;
Jika di katakan: Qara`a ar-risalata
qira`anan, maka berarti dia membaca, dengan bersuara, dan apa yang
terkandung dalamnya, Kata al-qara` berarti “yang paling fasih bacaanya”.selain
itu,kata Qara` berarti melihat apa yang tertulis dan menelaah tanpa bicara.
b.
Mengumpulkan;
Ibnu
Atsir berkata:Al-qur`an adalah “mengumpulkan”dan Al-qur`an tersebut bisa dikatakan
Al-qur`an sebab kandungannya berisi kisah-kisah, perintah, dan larangan, janji,
dan ancaman,ayat-ayat dan surah-surah,sebagian merupakan bagian yang lain.
c.
NAMA KITAB ALLAH SWT
Asy-syafi,i bahwa beliau mengatakan bahwa:”Al-qur`an
adalah nama kitab Allah SWT seperti halnya At-Taurat dan At-injil.Dan ia tidak
mengandung hamzah(pada huruf tengahnya, yakni bukan dibaca “Al-qur`an”melainkan
“Al-quran”)
Allah SWT menjadikan Al-qur`an sebagai hukum
dasar (qanun asasi) dan menyeluruh, dengan memandangnya sebagai undang-undang
dasar agama yang sempurna.
Muhammad Abduh pula mendefinisikan Wahyu
sebagai berikut.
“Wahyu
ialah pengetahuan yang didapat oleh seseorang di dalam dirinya, yang ia yakini
bahwa demikian itu datang dari sisi Allah, baik pakai perantara maupun tidak,
yang pertama melalui suara yang dapat didengar oleh yang bersangkutan atau
tanpa suara sama sekali.”
B. KEPASTIAN ADANYA WAHYU
Al-Quran Al-Karim turun pada masa 22 tahun atau tepatnya ,Menurut sementara ulama, 22
tahun, dan 22 hari.
Kepastian adanya wahyu terdapat dalam hadist yang menerangkan bahwa
wahyu itu benar turun.
A.Mimpi yang benar di dalam tidur
“Dari Aisya R.A
berkata:Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasullah SAW adalah mimpi
yang benar di waktu tidur. Beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi itu
datang bagaikan terangnya pagi hari”
Hadist tersebut menerangkan persiapan Nabi
Muhammad SAW untuk menerima wahyu dalam keadaan sadar/tidak tidur.karena di
dalam al-Quran ketika wahyu di turunkan beliau dalam keadaan sadar.
Kepastian wahyu terkandung pada beberapa surah yaitu
1.
Doktrin keesaan
Tuhan;Q.S.al-Kahfi(18):110
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ
يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang maha esa.
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang maha esa.
2. Kisah keluarga Imran dalam Q.S, Ali Imron(3):44.
ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا
كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ
وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ
Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.
Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.
1. Pengetahuan tentaang jin yang mendengr al-qur`an,Q.S.al-Jinn(72):1
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya:
telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata:
Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,
Makna wahyu antara lain
a.
Bentuk komunikasi yang dijalin antara sesama manusia atau
tuhan dan makhluknya[5].
Ia memuat makna antara lain;memberi isyarat, tipu daya (bisikan), perintah,
firasat (ilham fitri), instink (ilham
gharizi).
b.
Komunikasi pesan Ilahi kepada para Nabi termasuk Muhammad SAW[6],
Iakadang berupa perintah , atau berupa doktrin.
Pada masa khalifah Abu-Bakar Assidiq.banyak peristiwa yang terjadi
pada saat penulisan al-Quran salah satunya adalah penumpasan kepada pembangkang
saat itu.Dalam penumpasan tersebut banyak khalifah yang Syahid,Terutama
mereka yang menyandang gelar sebagai Hufaazh al-Quran Para penghafal al-Quran semakin menipis
jumlahnyaakibat peperangan di Yamamah.Dan Umar Bin Khattab sangat
mengkhawatirkan juga mencemaskan kelangsungan Risalah yang di bawa Nabi
Muhammad SAW.Kemudian Umar Bin Khattab mengusulkan untuk pembukuan al-Quran.
B. CARA-CARAAA TURUNYAA WAHYU KEPADA MALAIKAT DAN NABI.
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ
لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ
فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ
وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah)
di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan
Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui"[7]Q.S.al-Baqorah(1):30.
Wahyu Allah SWT kepada Nabi-NYA. Adakalanya perantara dan
tidak perantara.seperti yang telah di sebutkan di atas.Misalnya Nabi Muhammaad
SAW berkhotbah di mimbar, Nabi Muhaammaad SAW, Nabi Mimpi di waktu tidur padahal Nabi waktu menerima
wahyu tidak tidur,Dan adakalnya lewat Malaikat Wahyu.Pada waktu turunya
al-Quran Rasullah SAW.Mengalami kesulitan Beliau berusaha sering mengulang
bacaan ayat al-Quran bersama Jibril karena khawatir apabila ada yang terlupa
(hilang) Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mendengarkan baik-baik
bila Jibril membacakanya.Beliau memantapkan hatinya bahwa Allah SWT akan
menjamin agar al-Quran tetap terpelihara dalam hatinya.Karena itu Nabi tidak
tergesa-gesa dalam membaca dan beliau tidak memaksakan dirinya dalam
menerimanya.
Ada beberapa cara
wahyu di turunkan.
a. Dari
Lauhil mahfudz ke sama` (langit) dunia secara sekaligus pada
malam Lailatul Qadar
b. Dari
sama`dunia ke bumi secara berangsur-angsur.
Macam-macam Wahyu
Diatas telah
diterangkan apabila Allah ingin memberikan petumjuk atau pengetahuan kepada
makhluk-makhluknya pada ummnya, maka hal demikian dapat terjadi melalui ilham.
Sedangkan untuk para nabi dan rasulnya khususnya adalah melalui wahyu.
Meskipun demikian perlu diperhatikan bagaimana cara terjadinya komunikasi
antara Allah dengan para Nabi dan Rasulnya.Q.S.asy-Syura’(26):51
إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا
رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa
Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang
pertama-tama beriman"..
1.
Penurunan Pertama
Pada malam mubarakah,yaitu malam Laitul Qadar di
turunkanlah al-Quran secara sempurna ke Baitul Izza di langit pertama.
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4فِي
لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى
مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadr: 1-5).
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadr: 1-5).
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى
لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ
الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ
مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ
الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا
هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُو
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur(.Q.S.al-Baqarah)[1];185.
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur(.Q.S.al-Baqarah)[1];185.
Kedua ayat tersebut menyatakaan bahwa al-Quran di turunkan padaa suatu
malam mubarakah atau Lailatul qadar. Yaitu, di malam ramadhan.Pada
peristiwa tersebut al-Quran di turunkan pada tahap pertama.al-Quran diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW padaa masa yang panjang yaitu padaa maasa kerosullan
23 tahun dan diturunkan tidak hanya pada bulan ramadhan, tapi di bulan lainya.
Karena itu, jelaslah bahwa yaang dimaksudkan adalah penurunan pada tahap
pertama.
2. Penurunan kedua
Penurunan tahap kedua adalah dari langit pertamaa ke dalam lubuk hati
Nabi Muhammad SAW. Dengan cara berangsur-angsur, yaitu selama 23 tahun sejak
kebangkitannya sebagai Rasul.sampai beliau wafat.
Dalam al-Quran di turunkan secara berangsur-angsur.
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ
مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
Dan al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian(Q.S.al-Isra`[17]:106
Dan al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian(Q.S.al-Isra`[17]:106
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ
الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ
وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
Q.S. al-Furqon[25]:32
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
Q.S. al-Furqon[25]:32
Ayat diatas
menerangkan bahwa orsang-orang yahudi mencela Nabi Muhammad SAW.Karena al-Quran
di turunkan secara berpisah-pisah.Mereka menghendaki bahwa al-Quran diturunkan
secara sekaligus.itulah sebabnya mereka berkata kepada Nabi SAW.”Hai ayah
Qasim! Mengapa al-Quran tidak diturunkan secara sekaligus sebagaimana
diturunkannya Taurat kepada Musa AS? Dari peristiwa tersebut turunlah 2 ayat
atas tersebut.
Hikmah Turunnya Al-Quran secara berangsur
a)
Meneguhkan
hati Nabi SAW. Dalam menghadapi celaan dari orang-orang musyrik.
b)
Meringankan
Nabi dalam menerima wahyu.
c)
Mempermudah
dalam menghafal al-Quran dan memberi pemahaman bagi kaum muslimin.
d)
Tadaruj
(selangkah demi langkah) dalam menetapkan hukum
samawi
e)
Sejalan
dengan kisah-kisah yang terjadi dan
mengingatkan atas kejadian itu.
Ada 2 cara penyampaaian wahyu oleh malaikat ke
Nabi;
1. Datangnya suara
seperti dencingan lonceng dan suara yang amat kuat yang mempengaruhi faktor-faktor
kesadaran,Karena sebab itu, cara yang paling berat bagi Nabi waktu menerima
wahyu.Maka beliau mengumpulkan segala kekuatan kesadarannya untuk
menerimanya,menghafal dan memahaminya.suara-suara itu munagkin dari kepakan
sayap para-para malaikat.dalam hadist di sebutkan;
;Apabila Allah SWT
menghendaki suaatu urusan di langit, maka para malaikat memukul-mukulkan
sayapnya karena tunduk kepada firmanya,Bagaikan gemercikan mata rantai di atas
batu-batu yang licin.[8]’
2. Malaikat menjelma kepada
rasul sebagai seorang laki-laki dalam bentuk manusia.Dengan caaraa ini yang
paaling di sukai Nabi muhammad SAW. bahwa dengan cara ini Nabi Muhammaad SAW
merasa seperti seorang manusia yang berhadaapan dengan beliau dan di aanggap
saudaranya sendiri.
Keadaan Jibril kayak itu
bukan ia melepaskan sifat kerohaniannya. Tapi, yang di maksudkan ialah hanya
untuk menyenangkan Nabi muhammad SAW sebagai manusia. Karena keadaan tersebut
yang demikian menuntut ketinggian rohani dari Rasullah yang seimbang dengan
tingkat ke rohanian malaikat. Kata Ibnu Khaldun:”Dalam keadan yang pertama,
Rasullah melepaskan kodratnya sebagai manusia jasmaani.sedangkan dalam keadaan
lain malaikat berubah dari yang rohani semata menjadi manusia jasmani.
Ada 5 cara komunikasi
tuhan dengan Nabi Muhammad SAW ;melalui wahyu, di balik hijab , dan
pengiriman utusan untuk menyampaikan pesan tuhan.Sebagaimana yang di jelaskan
di Q.s. ash-Shura:51.[9]
1. yaitu; berupa wahyu;yaitu
jenis komunikasi langsung dari tuhan kepada seseorang yang di tuju, tanpa suara
dan tanpa seorang utusan. Seseorang yang menerimanya:memahami”bahwa itu berasal
dari tuha”
2. penyampaian pesan “di
balik hijab”;dalam arti bahwa Allah berfirman kepada seseorang tanpa pendengar
itu melihat yang (Allah) berbicara, karena, karena pada dasarnya Allah adalah invisible[10]
sebagaimana jenis komunikasi Allah dengan Nabi Musa a.s. dalam penjelasan Q.S
al-Qasas:30.[11]
3. penyampaian pesan “melalui seorang
utusan”.Jenis inilah yang di pegangi oleh para teolog Muslim, bahwa pembawa
pesan (al-Qur`an) tersebut adalah Malikat Jibril dengan menggunakan bahasa
Arab.[12]Beberapa
ayat menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW.ketika “mendengarkan” pesan berusaha
memahami dan mencoba mengulangi kata-kata dalam rangka mengingatnya[13]
.4.
sekawan lebah
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ
اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:
"Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di
tempat-tempat yang dibikin manusia",
5 pada langit sebagi objek penciptaan
. keفَقَضَاهُنَّ
سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ
وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيحَ وَحِفْظً
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada
tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan
bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.
Jadi pengalaman terpenting dari prosess pewahyuan Nabi Muhammad saw. Adalah pengalaman yang “di firmankan Tuhan” bukan yang lain[14].
Jadi pengalaman terpenting dari prosess pewahyuan Nabi Muhammad saw. Adalah pengalaman yang “di firmankan Tuhan” bukan yang lain[14].
KESIMPULAN
Wahyu adalah yang di turunkan Allah SWT
untuk Nabi dan di sampaikan kepada umatnya.Dan penyampaian nya bermacam-macam
ada yang langsung dan ada yang berangsur-angsur.
Sebagian ada yang di ceritan di hadist bahwa
Nabi Muhammad SAW mengalami banyak
peristiwa saat penerimaan wahyu. wahyu yang di terima Nabi Muhammad SAW
adalah al-Quran. Nabi Muhammad kalau
menerima wahyu nggak langsung bisa memahaminya.sebab itu Nabi muhammad menerima
wahyu dari Malaikat Jibril.sejak itu Malaikat jibril mengajarinya membaca,menulis
dan dari situlah Nabi Muhammad SAW bisa memahaminya dan sampai sekarang masih
di amalkan kepada umatnya.
Turunya
wahyu Al-qur`an adalah dari Allah SWT ke Malaikat Jibril.setelah itu ke Nabi
Muhammad SAW. Dan di sampaikan kepada seluruh umat islam
Wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT ke Nabi Muhammad
SAW yang berupa al-Quran .Alhamdulillah sampai saat ini telah banyak orang yang
menghafalkannya dan mengamalkanya.Dan sampai sekaraang masih tetap keaslianya.
Dan isi dari aL-qur`an itu sendiri adalah
masa Nabi berjuang, dan di ikuti dengan para pengikut Nabi yang setia,
kemanapun Nabi jalan pengikut ataupun Sahabat yang mengikutinya etap
mendampinginya meskipun berpisah dari apapun misal pisah dari keluarga yang
suaminya berjuang bersama Nabi muhammad saw.
Maka
kita harus mencintai mushaf al-Qur`an walaupun itu hanya membacanya. jaangan
sampai tidak sekalipun mengamalkannya ataupun tidak membacanya. Lebih parahnya
adalah tidak mengenal apa itu Al-qur`an NA`UDHUBILLAHIMINDZALIK
DAFTAR PUSTAKA
Al-atbar, dawud. Perpektif Baru Ilmu Al-Quran. Jakarta: Pustaka
Hidayah, 2007.
Aziz, Moh Ali. Mengenal Tuntas Al-Quran. Wonocolo Surabaya: Imtiyaz,
2018.
Al-Qatan, Manna`Khalil. Study Ilmu-Ilmu Al-Quran, Bogor:Litera
Antar Nusa, 2016.
Al-Qathan, Manna, Study Ilmu Al-Quran. Jakarta Timur:Pustaka
al-Kautsar, 2006.
As-shalih, Subhi. Membahas Ilmu-Ilmu Al-Quran.Jakarta:
Pustaka Firdaus, 2018.
Ash-Shabuniy, Muhammad Ali. Study Ilmu Al-Quran. Bandung:Pustaka
Setia, 1998.
Drajat,Amroni. Ulumul Quran. Depok: Pustaka Amani, 2017.
Shihab, Quraish. Membumikan Al-Quran.Bandung:Mizan, 1996
.
Shihab,Quraish. Sejarah Dan Ulumul Quran. Jakarta:Firdaus
2013.
UIN Sunan Ampel Press. Study Al-Quran. Surabaya, 2013.
UIN Sunan Ampel Press, Study Al-Quran. Surabaya. 2017.
Yasir, Muhammad, Study Al-Quran, Pekanbaru-Riau:Mutiara
Jannati, 2016
[1][1] Nasr Hamid Abu Zaid, tekstualitas AL-QUR`AN Kritik
terhadap al-qur`an,terj. Khoiron Nahdliyin,(Yogyakarta;LKIS,2003, 30
[2] Manna, al-Qattan, Mabahith fi`ulum al-qur`an, (Ttp
Manshurat al-asyari, al-hadith, 1973).32.
[3] Ibid
[4] Al-qatthan ,Mabaith,33
[5] Q.S.
Maryam[19]:11;dalam arti memberi isyarat.
[6]
Q.S.Yusuf[12];109
[7] Q.S.
Al-baqarah[1];30
[8] Hadist Bukhori
[9]Abdullah
Saeed, Interpreting the Qur`an ( London and New York:Roudledge,2006),31
[10] Ibid.
[12]
Q.S.ash-Shu`ara:192-195
[13] Q.S.
al-Qiyamah:16-19.ibid,32-33
[14] Ibid.,37

Pembahasan cukup jelas dan memahami
BalasHapusTerus sebarkan ilmu mu. Karna albarokah ma'al jama'ah
BalasHapusWOW😱...... Menarik sekali😌
BalasHapusBeri tepuk tangan saudara-saudara👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻prok prok prok
Ma syaa Allah sangat bermanfaat sekali, tetap semangat 💪 Barakallah ya ☺👍👍
BalasHapusMasya allah bagus dan menarik sekali materinya,semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya dan semoga lebih baik kedepannya😊
BalasHapusAlhamdulillah, makalah ini sungguh mantap, sungguh jos, semoga pembaca yang lain juga bisa semakin luas wawasannya.
BalasHapusBarakallah ilmunya, aku jadi tau dan paham akan bagaimana penurunan wahyu itu
BalasHapusNice pak kos karyanya, sehat selalu pak, biar bisa ngelanjutin karya yang lebih baik wat kedepannya wkwk
BalasHapusSukses kakek. Amin
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBarokallah
BalasHapusSangat bermanfaat
Mudah mudahan tambah baik kedepannya
Sukses dan semangat selalu.🙃
BalasHapusTerima kasih karena sudah membagi ilmunya ... Postinganya Sangat bermanfaat .. semangat terus 😃
Masyaallah, menambah ilmu pengetahuan. Semoga barakah dan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin Allahhumma Aamiin
BalasHapusAlhamdulilah saya sangat suka dengan desain nya yg bagus cocok buat contoh web ku nanti
BalasHapusSangat membantu. Semoga bermanfaat bagi pribadi dan pembaca. Lanjutkan dan tetap semangat dalam berkarya
BalasHapusBagus sekali materinya.. Bisa buat referensi tugas tugas kuliah..
BalasHapusMaterinya bagus. Bisa buat referensi tugas tugas kuliah juga..
BalasHapusTerimakasih Dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita telah ambil ilmu dari blog ini. Semoga Ini menjadi perubahan menuju pendidikan yang lebih baik..
BalasHapusIsi makalahnya sudah bagus,akan tetapi msih banyak typonya..
BalasHapusMasyaallah makalahnya bagus sekalii pakk.. Semoga bermanfaat untukb pembaca dan diri sendiri.. Semangatt paiss
BalasHapuskok polosan sih kak makalahnya tapi tetep bagus kok
BalasHapusSangat bermanfaat, dan bisa dijadikan referensi pembelajaran. Semoga penulis bisa berkarya lebih baik lagi
BalasHapusSangat bermanfaat, dan bisa dijadikan referensi pembelajaran. Semoga penulis bisa berkarya lebih baik lagi
BalasHapusTerimakasih Dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita telah ambil ilmu dari blog ini. Semoga Ini menjadi perubahan menuju pendidikan yang lebih baik..
BalasHapus
BalasHapusWebnya sudah bagus ... namun, semoga kedepannya bisa lebih baguss lagi .semoga ilmunya barokah dan bermanfaat ... semangat terus
Makalahnya bagus.. .Semoga bermanfaat di dunia dan akhirat.... Aamiin 😌 pesanku 👉🏻 pandanglah langit untuk melihat kebesaran Tuhan, Pandanglah lautan untuk melihat anugerah dari Tuhan, dan pandanglah cermin untuk melihat kutukan dari Tuhan 😄
BalasHapusBagus banget.. bisa jadi bahan skripsi.. makasih.. tingkatkan lagi ya.
BalasHapusGood, hanya saja butuh perbaikan pada EYDnya dan pemilihan diksi, tetap semangat belajar dan jangan mudah merasa puas dengan hasilnya:))
BalasHapusalhamdulillah...materi yang disampakan menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat bagi semua orang :))
BalasHapussemoga bermanfaat untuk semua dan negara.....dan bia berkembang lagi
BalasHapusalhamdulillah, bisa membantu dalam pengerjaan tugas serta menambah wawasan
BalasHapustabarakallah💖
Makasih teman2 semoga apa yang saya buat ini bisa bermanfaat untuk selanjutnya
BalasHapus